Bahasa Arab Permulaan 237

Man:  أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
 
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
 
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
 
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
 
اهلًا - ahlan
 
Man: اهلًا بِك - ahlan bik - Ya Wak!
 
Wak: طيب - tayib. 
 
Bila sampai pada - penegasan - atau - penekanan - atau - penguat kata2. 
Kita kena ingat!
 
Dalam ayat fe' liah kita ada  - لقد laqad - demi sesungguhnya - 
Penekanan yang sangat kuat tu! Cuba ingat balik pada surah Yasiin:
 
laqad
 
demi sesungguhnya - telah berlaku - perkataan - atas - kebanyakan mereka - maka mereka - tidak - mereka beriman!
 
tengok tafsirannya:
7. Demi sesungguhnya, telah tetap hukuman seksa atas kebanyakan mereka, kerana mereka tidak mahu beriman
 
Ayat ini dari surah Yasiin yang kerap kita baca kan? Dari segi bahasa. Ini ayat fe' liah ye! Ayat yang menekan. Dah jadi macam ayat warning ni.
 
Man: أستغفر الله العظيم - astaghfirullaahal 'aziim
Kalo kita duduk menung2kan ayat ini wak. Gigil wak! 
Minta2 jangan le kita ini tergolong dalam kumpulan ini. Celaka kita diakhirat nanti! Tak ada siapa pun dapat menolong kita ye wak?
 
Wak: Ye!
Kemudian. Dalam - ayat ismiyah. Kita pun ada juga penekanan.
Tengok lagi dalam Yasiin ayat 14 pulak:
 
inna
 
sesungguhnya kami - kepada kamu - orang2 yang diutus
 
Tafsirnya:
Sesungguhnya Kami ini adalah pengutus kepada kamu
 
Disini - inna - menegaskan - kami!
 
Man: Ye! fungsi - inna - menekankan pada - kami!
Patutnya "naa" tu - mansuub - yang berbaris atas!
Tapi pada -damiir- mansuub tak boleh dilaksanakan.
 
Wak: Dalam - ayat ismiyah - kita cuba ingatkan formula ayat tu dulu ye!
 
Man: Ye! Ayat ismiyah mesti ada:
 
ayat ismiyah = subjek + predikat
 
Pada ayat tadi sepatutnya subjek : - نَحْنُ - nahnu
 
tapi bila datang - إنَّ - inna - . Ia dicantum sekali pada -inna-. Jadi le - إنَّا - innaa
- ye! -na- sepatutnya -mansuub- tapi tak boleh buat. Sebab kita tak boleh usik -damiir-
 
Di belah predikat pulak. Kita akan start dari : إليكم مرسلون - ilaikum mursaluun
 
Wak: طيب - tayib
Kemudian dalam ayat 16 pulak. Cuba engko tenung baik2:
 
la
 
- sesungguhnya kami - kepada kamu - benar2/sesungguhnya orang2 yang diutus!
 
tafsirnya: 
Bahawa Sesungguhnya Kami adalah Rasul-rasul Yang benar2 diutus kepada kamu
 
Tengok apa dah jadi?
 
Man: Ye sebelum ini. Subjek ditekan.
Kemudian pada ayat ini pulak.  Predikat pulak yang kena tekankan dengan - la -
Ini dah ada satu lagi -kata- penekanan.
Tapi duduknya pada prediket
 
Tengok. Allah dah ajo kita. Kalo boleh gunakan perkataan lain. Untuk penekanan. Sedap sikit. Tak le asyik ulang2 perkataan yang sama!
 
Ye! Perkataan - la -. Adalah seerti semacam - inna -
tapi penting! Ia tidak mengubah baris ending perkataan yang ditenggeknya!
 
Wak: حسنا - hasanan.
Kalo gitu engko tenung2. Renung2. Dan fikir panjang ye.
- inna - tu apa?
- la - tu pulak apa?
 
Untuk hari ini - خلص - khalas
 
Man: Ye wak شكرا - wak
 
Wak: عفوا
 
إن شاء الله
jumpa lagi esok
 
Man: إن شاء الله - wak
 
Wak: اللهم يسر ولا تعسر ,ربي تمم بالخير 
- allaah humma yasir wa laa tu'assir rabbii tammim bikhair
 
إلى اللقاءِ 
= hingga bertemu lagi
 
Man: في أمان الله - fii amaanil laah - semoga dalam jagaan Allaah
 
Wak: استغفر الله العظيم
= aku mohon ampun dari Allaah yang agung
 
لا حول ولا قوة الا بالله العظيم
= tiada satu apa pun kekuatan disekeliling melainkan hanya Allaah yang maha besar
 
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار 
=  wahai tuhan kami berilah pada kami di dunia kebajikan dan di akhirat juga kebajikan dan lindungilah kami daripada 'azab api neraka 
 
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
 
25/8/21
Categories: