Bahasa Arab Permulaan 241

Man:  أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
 
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
 
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
 
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
 
اهلًا - ahlan
 
Man: اهلًا بِك - ahlan bik - Ya Wak!
 
Wak: طيب - tayib. 
 
Kita masih terlekat pada:
 
-qad- dan -laqad-
kemudian
-inna- dan -la-
 
Man: Ye!
Ini le cara.  Arab memberi penekanan -emphasis- pada 2 jenis ayat:
- ayat fe' liyah
dan 
- ayat ismiyah
 
Wak: Bio aku ambik contoh Surah Attiin:
 
attin
 
- demi sesungguhnya - telah kami ciptakan - insan - dalam - sebaik2 - bentuk
 
4. Demi sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia Dalam bentuk Yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai Dengan keadaannya).
 
Man: -laqad- iaitu:
-la- dan -qad- ada dalam ayat fe' liyah
- maknanya: demi sesungguhnya
- -nya- disini dibubuh cuma untuk menyedapkan bahasa je
- bukan merujuk pada sesuatu!
 
Betul tak wak!
- -khalaq naa-  ini adalah perbuatan lepas -past tense- dan pembuatnya sekali iaitu -nahnu-
- -al insan- ialah "yang kena buat" oleh perbuatnya iaitu -nahnu- tadi
- "yang kena buat" ini. Arab kata -mafuul bih- orang putih kata "object"
- bila -mafuul bih- datang! dia ini mesti ber-ending dengan baris atas 
- bila ber-ending dengan baris atas,  arab beri terminoloji atau kata -mansuub- betul tak wak?
 
Wak: Ye!
Hah baik pun  engko ingat kalimah -mansuub- itu ialah: kalimah yang berbaris atas!
Kemudian kita pergi ke ayat ismiyah pulak!
Dalam -surah al 'aadiyaat- berlambak contoh disitu.
 
ayat 6
 
- sesungguhnya - manusia - kepada tuhan"nya" - sungguh tak berterima kasih -
 
6. Sesungguhnya manusia ini sangat2 tidak bersyukur akan nikmat Tuhan"nya".
 
Man: Depan sekali. Ada -inna- sungguh.
Kemudian akhir sekali: ada -lakanuud-
- disini -la- berfungsi sebagai penekan pada kalimah -kanuud-
 
Man: Dalam ayat ismiyah. Yang ditekan adalah -isim- atau -noun-
- yang duduknya selepas -inna- kemudian baru datang -insaan-
- -insaan- ini kan dah berbaris atas.
- kira2 -mansuub- pun dia ni ye wak?
 
Wak: Ye!
Jadi mari kita buat kesimpulan:
- -isim- akan berbaris atas -mansuub- disebabkan:
1. depan dia ada kalimah -inna- dalam ayat ismiyah
2. bila -isim- jadi -mafuul bih- dalam ayat fe' liyah
iaitu dalam 2 keadaan!
 
Man: Baik! Kita dah dapat 2 sebab kenapa -isim- berbaris atas:
 
1. depan dia ada kalimah -inna- dalam ayat ismiyah
2. bila -isim- jadi -mafuul bih- dalam ayat fe' liyah
Dalam dua ketika ini. Kalimah isim yang berkaitan akan jadi -mansuub- iaitu berbaris atas ending-nya!
  
Wak: Ingat ye.
- -la- ini pun kalimah penekanan -emphasis-
- tapi dia ni tak mengubah apa2 pada -isim- yang ditengeknya.
 
Man: Hohoho -la- tak ada effect pada kalimah yang ditenggeknya!
 
Wak: Contoh "last" ye!
 
Man: Kali ini wak nak bagi contoh lagi yang ada dalam quran ke wak?
 
Wak: Ye. حسنا - hasanan
Tengok surah al 'asr
 
asar
 
- sungguh - manusia - sungguh dalam - kerugian -
 
2. Sesungguhnya manusia itu Dalam kerugian 
 
Man: Hah kali ini sikit lain wak!
 
Wak: Apa yang lain?
 
Man: Gini wak:
- -inna- bertemu -isim- ya'ni -insaan-
- hah ini betul -mansuub- berbais atas!
- tapi -la- pulak bertenggek pulak pada -fii-
- -fii- ini pulak ianya -preposition- bukan pun -isim-
- apasal boleh?
 
Wak: Jadi kita buat kesimpulan lagi satu ya'ni:
- kata penekanan -la-
1. boleh bertenggek pada -isim-
2. pun boleh bertenggek pada -preposition-
- tapi -la- tak usik baris kalimah yang ditenggeknya
 
Man: Hohoho....kesimpulan lagi ya'ni: 
- kata penekan -la-
1. boleh bertenggek pada -isim-
2. pun boleh bertenggek juga pada -preposition-
- tapi yang penting: -la- tak usik pun baris akhir kalimah yang ditenggeknya
 
Jap wak! Nak tanya sikit wak!
 
Wak: Ye
 
Man: -la- ini. Ada ke dia ni sama:
- -la- yang lekat pada -qad- sampai dia jadi -laqad- tu wak?
 
Wak: Nampak gaya macam ye! Sebab makna pun sama: -sungguh-
 
Man: Hohoho... tanya je wak. Mmmm...
 
خلص - khalas wak!
 
Wak:  طيب - taiyib
Cukup le untuk hari ini ye
 
خلص - khalas
 
Man: Ye wak - شكرا - wak
 
Wak: عفوا
 
إن شاء الله
jumpa lagi esok
 
Man: إن شاء الله - wak
 
Wak: اللهم يسر ولا تعسر ,ربي تمم بالخير 
- allaah humma yasir wa laa tu'assir rabbii tammim bikhair
 
إلى اللقاءِ 
= hingga bertemu lagi
 
Man: في أمان الله - fii amaanil laah - semoga dalam jagaan Allaah
 
Wak: استغفر الله العظيم
= aku mohon ampun dari Allaah yang agung
 
لا حول ولا قوة الا بالله العظيم
= tiada satu apa pun kekuatan disekeliling melainkan hanya Allaah yang maha besar
 
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار 
=  wahai tuhan kami berilah pada kami di dunia kebajikan dan di akhirat juga kebajikan dan lindungilah kami daripada 'azab api neraka 
 
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
 
28/8/21
Categories: