Bahasa Arab Permulaan 241
Submitted by tokchuk on Sat, 08/28/2021 - 10:10
Man: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
اهلًا - ahlan
Man: اهلًا بِك - ahlan bik - Ya Wak!
Wak: طيب - tayib.
Kita masih terlekat pada:
-qad- dan -laqad-
kemudian
-inna- dan -la-
Man: Ye!
Ini le cara. Arab memberi penekanan -emphasis- pada 2 jenis ayat:
- ayat fe' liyah
dan
- ayat ismiyah
Wak: Bio aku ambik contoh Surah Attiin:

- demi sesungguhnya - telah kami ciptakan - insan - dalam - sebaik2 - bentuk
4. Demi sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia Dalam bentuk Yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai Dengan keadaannya).
Man: -laqad- iaitu:
-la- dan -qad- ada dalam ayat fe' liyah
- maknanya: demi sesungguhnya
- -nya- disini dibubuh cuma untuk menyedapkan bahasa je
- bukan merujuk pada sesuatu!
Betul tak wak!
- -khalaq naa- ini adalah perbuatan lepas -past tense- dan pembuatnya sekali iaitu -nahnu-
- -al insan- ialah "yang kena buat" oleh perbuatnya iaitu -nahnu- tadi
- "yang kena buat" ini. Arab kata -mafuul bih- orang putih kata "object"
- bila -mafuul bih- datang! dia ini mesti ber-ending dengan baris atas
- bila ber-ending dengan baris atas, arab beri terminoloji atau kata -mansuub- betul tak wak?
Wak: Ye!
Hah baik pun engko ingat kalimah -mansuub- itu ialah: kalimah yang berbaris atas!
Kemudian kita pergi ke ayat ismiyah pulak!
Dalam -surah al 'aadiyaat- berlambak contoh disitu.

- sesungguhnya - manusia - kepada tuhan"nya" - sungguh tak berterima kasih -
6. Sesungguhnya manusia ini sangat2 tidak bersyukur akan nikmat Tuhan"nya".
Man: Depan sekali. Ada -inna- sungguh.
Kemudian akhir sekali: ada -lakanuud-
- disini -la- berfungsi sebagai penekan pada kalimah -kanuud-
Man: Dalam ayat ismiyah. Yang ditekan adalah -isim- atau -noun-
- yang duduknya selepas -inna- kemudian baru datang -insaan-
- -insaan- ini kan dah berbaris atas.
- kira2 -mansuub- pun dia ni ye wak?
Wak: Ye!
Jadi mari kita buat kesimpulan:
- -isim- akan berbaris atas -mansuub- disebabkan:
1. depan dia ada kalimah -inna- dalam ayat ismiyah
2. bila -isim- jadi -mafuul bih- dalam ayat fe' liyah
iaitu dalam 2 keadaan!
Man: Baik! Kita dah dapat 2 sebab kenapa -isim- berbaris atas:
1. depan dia ada kalimah -inna- dalam ayat ismiyah
2. bila -isim- jadi -mafuul bih- dalam ayat fe' liyah
Dalam dua ketika ini. Kalimah isim yang berkaitan akan jadi -mansuub- iaitu berbaris atas ending-nya!
Wak: Ingat ye.
- -la- ini pun kalimah penekanan -emphasis-
- tapi dia ni tak mengubah apa2 pada -isim- yang ditengeknya.
Man: Hohoho -la- tak ada effect pada kalimah yang ditenggeknya!
Wak: Contoh "last" ye!
Man: Kali ini wak nak bagi contoh lagi yang ada dalam quran ke wak?
Wak: Ye. حسنا - hasanan
Tengok surah al 'asr

- sungguh - manusia - sungguh dalam - kerugian -
2. Sesungguhnya manusia itu Dalam kerugian
Man: Hah kali ini sikit lain wak!
Wak: Apa yang lain?
Man: Gini wak:
- -inna- bertemu -isim- ya'ni -insaan-
- hah ini betul -mansuub- berbais atas!
- tapi -la- pulak bertenggek pulak pada -fii-
- -fii- ini pulak ianya -preposition- bukan pun -isim-
- apasal boleh?
Wak: Jadi kita buat kesimpulan lagi satu ya'ni:
- kata penekanan -la-
1. boleh bertenggek pada -isim-
2. pun boleh bertenggek pada -preposition-
- tapi -la- tak usik baris kalimah yang ditenggeknya
Man: Hohoho....kesimpulan lagi ya'ni:
- kata penekan -la-
1. boleh bertenggek pada -isim-
2. pun boleh bertenggek juga pada -preposition-
- tapi yang penting: -la- tak usik pun baris akhir kalimah yang ditenggeknya
Jap wak! Nak tanya sikit wak!
Wak: Ye
Man: -la- ini. Ada ke dia ni sama:
- -la- yang lekat pada -qad- sampai dia jadi -laqad- tu wak?
Wak: Nampak gaya macam ye! Sebab makna pun sama: -sungguh-
Man: Hohoho... tanya je wak. Mmmm...
خلص - khalas wak!
Wak: طيب - taiyib
Cukup le untuk hari ini ye
خلص - khalas
Man: Ye wak - شكرا - wak
Wak: عفوا
إن شاء الله
jumpa lagi esok
Man: إن شاء الله - wak
Wak: اللهم يسر ولا تعسر ,ربي تمم بالخير
- allaah humma yasir wa laa tu'assir rabbii tammim bikhair
إلى اللقاءِ
= hingga bertemu lagi
Man: في أمان الله - fii amaanil laah - semoga dalam jagaan Allaah
Wak: استغفر الله العظيم
= aku mohon ampun dari Allaah yang agung
لا حول ولا قوة الا بالله العظيم
= tiada satu apa pun kekuatan disekeliling melainkan hanya Allaah yang maha besar
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
= wahai tuhan kami berilah pada kami di dunia kebajikan dan di akhirat juga kebajikan dan lindungilah kami daripada 'azab api neraka
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
28/8/21
updated version: https://dinobytes.info/v2/node/3219
Categories:
