Bahasa Arab Permulaan 278
Submitted by tokchuk on Fri, 10/01/2021 - 17:04
Man: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
اهلًا - ahlan
Man: اهلًا بِك - ahlan bik - Ya Wak!
Wak: طيب - tayib. نبدأ - nabdak
Man: تفضل - tafaddal. Wak!
Wak: Aku cuma nak ingatkan diri kita aje ye!
Man: Apa benda wak?
Wak: Bila kita bercerita dalam ayat ismiyah. Ingat ye!
- biasanya tense yang terpakai ialah - present tense!
أنا مدرس - ana mudarris
- I am a teacher
- aku cikgu
- tapi aku rasa bahasa melayu terlalu general!
Man: Ye wak: أنا طالب = ana taalib
- I'm a student
- aku pelajar
- tapi wak. ini kan bunyi macam -present tense- pun
- kalo -past tense- biasa melayu kata: dulu aku pelajar!
Wak: Hmm... ye ye ye!
Kalo dalam bahasa arab pulak. Kita nak cakap dalam -past tense- pada -ayat ismiyah- Kita introduce-kan -kaana- Macam bahasa orang putih memang dah ada -was atau were-
كُنْتُ عَسْكَرا - kuntu askara
- I was a soldier
- kuntu - adalah satu perkataan dalam bahasa arab.
- tapi maknanya -I was- dalam bahasa orang putih
- kalo pada "dia jantan...."
- kita kata -he was a soldier-
- dalam arab pulak baru kita kata: - kaan 'askar!
Man: Ye wak! Tokok -kaan- untuk jadikan ayat itu "past tense" pada ayat ismiyah!
هو تاجر - huwa taajir
- he is a shop keeper!
- dia itu peniaga!
dalam past kita akap:
كان تاجرا - hhuwa taajira
- he was an army
- dulu dia askar
Wak: Jadi wak. Bahasa arab dan bahasa orang putih tu - nampak jelas sikit. Sebab ada penandanya.
Tapi melayu! Orang melayu je yang akan faham. Bila kita bercakap dalam "present tense" atau dalam "past tense".
- kadang2. Cuma dengan gaya ke. Stail ke.
- Atau entah.
- Kita je yang faham sendiri.
- Tak payah pun disebut secara spesifik.
Man: Bagus juga bahasa melayu ni ye wak!
Wak: Cuma! Pada yang bukan bangsa melayu pulak je yang susah nak tangkap apa "tense" yang kita pakai!
Man: Bangsa lain pun gitu juga wak! Saya rasa sama je.
- Ada yang tersirat.
- Ada yang tersurat.
- Kira2nya tak kira bangsa le!
- Kan semuanya anak Adam
= perangai akan seakan2 aje tuhan jadikan
Wak: Eh! Baik kita berbalik pada sekolah kita ye!
Man: Hohoho. Sesekali. Mesti ada selingan wak. Kalo tidak macam serious aje wak. Jadi boring pulak tak?
Wak: حسنًا - hasanan
Penambahan pada ayat ismiyah ada 2 grup. Ingat lagi?
Man: Ye!
Adik beradik yang pertama:
إنَّ - inna - sesunguhnya
adik kandung dia :
لكنَّ - laakinna - tetapi
- semua ini. Difahami berada dalam -present tense!
Kemudian datang grup adik-beradik yang ke-2:
كان - kaana - verb to be -was/were-
- hah! ini baru datang perktaan yang mem-past tense-kan ayat ismiyah!
Kemudian: ini balik ke ayat present tense balik!
لَيْس - laisa - verb -not to be- atau makna sebeno2nya: is/are not
- tapi maknanya - me-negative-kan ayat!
- walaupun kalimah =laisa= itu berada dalam pattern past tense!
- tapi tetap membawa makna "present tense"
- pelik betul arab ni!
Wak: Baik! Laithan اليوم - alyaum
هذا الكرسي ثقيل - haazal kursi thaqiil
Man: هذا الكرسي ثقيل - haazal kursi thaqiil
- the chair is heavy
- ini kerusi batu ke wak?
Baik! Mula2 seperti biasa indentify dulu mana bahagian masing2
subjek - mubtadak = هذا الكرسي - haazal kursi
- this chair
- pasal subjek dalam keadaan - definite!
kemudian baru le datang prediket - khabar - ثقيل - thaqiil
- ini indefinite
Baik! Buat ayat dalam grup pertama dulu: grup -inna- :
إن هذا الكرسيَّ ثقيل - inna haazal kursi thaqiil
- sesungguhnya kursi ini berat
- yang patut -masuub- ialah:
- sepatutnya -haaza- tapi tak boleh usik
- yang keduanya -alkursi- ini pun patutnya -mansuub- juga!
- ha yang ini boleh!
Wak: Apasal gitu?
Man: Entah! Macam itu le ikut undang2 - subjek mesti -mansuub- lepas -inna-
- panjang mana pun semua2 mesti -mansuub-
- kalo tak buat. Tak ikut aturan le tu!
Wak: Hmmm...
Man: Lepas -inna- apply-kan -laakinna- pulak
- pasal -inna- dan -laakinna- adik-beradik - sepusat sepusng. Sama2 satu fesen
- maka tak ada ubah apa2
لكن هذا الكرسيَّ ثقيل - laakinna haazal kursiy thaqiil
- but the chair is heavy
Masuk pulak pada grup ke-dua ini.
- Hah! Kena jaga prediketnya pulak
Wak: Prediket -khabar- mesti jadi apa?
Man: Prediket jadi -mansuub-
perkataan yang menyebabkan keadaan ini ialah -kaana- dan -laisa-
Maka buat le kita dengan -kaana- dulu: كان هذا الكرسي ثقيلا
- kaana haazal kursii thaqiilaa
- the chair was heavy
last: -laisa- is not
ليس هذا الكرسي ثقيلا - laisa haazal kursii thaqiilaa
the chair is not heavy
- ayat masih dalam -present tense-
خلص - khalas
Wak: خلص - khalas kita sambung esok pulak!
Man: أشوفك - ashuufak
شكرا - wak!
Wak: عفوا
Kita jumpa lagi esok. إن شاء الله
Man: إن شاء الله - wak
Wak: اللهم يسر ولا تعسر ,ربي تمم بالخير
- allaah humma yasir wa laa tu'assir rabbii tammim bikhair
إلى اللقاءِ
= hingga bertemu lagi
Man: في أمان الله - fii amaanil laah - semoga dalam jagaan Allaah
Wak: استغفر الله العظيم
= aku mohon ampun dari Allaah yang agung
لا حول ولا قوة الا بالله العظيم
= tiada satu apa pun kekuatan disekeliling melainkan hanya Allaah yang maha besar
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
= wahai tuhan kami berilah pada kami di dunia kebajikan dan di akhirat juga kebajikan dan lindungilah kami daripada 'azab api neraka
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
1/10/21
updated version: https://dinobytes.info/v2/node/3219
Categories:
