Bahasa Arab Permulaan 309

Man:  أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
 
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
 
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
 
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
 
اهلًا - ahlan
 
Man: اهلًا بِك - ahlan bik - Ya Wak!
 
Wak: طيب - tayib. نبدأ - nabdak
 
Man: تفضل - tafaddal. Wak!
 
Wak: في الأمس - fil ams. Kita tengah tengok:
 
- ayat fe'liyah 
- ia boleh dijadikan ayat ismiyah
- tapi apa ke perkara2 yang perlu kita kena tengok?
 
Man: Ye wak. Tranformation ayat. Hohoho...
 
Wak: Sekarang tengok ayat ini:  أكَلْنا اللحم - akalnal laham
Translate engko!
 
Man: أكَلْنا اللحم - akalnal laham
- kami telah makan daging
- we ate the meat
 
Wak: Amacam nak kenal ini ayat fe'liyah engko?
 
Man: Ada petunjuknya wak.
1. ayat mesti bermula dengan fe 'el - perbuatan - verb
 
Wak: Soalan ke-2
2. Apa formula bagi ayat fe'liyah
 
Man: Mesti ada tiga komponen.
1. fe'el
2. faa 'el - pembuat
3. maf 'uul bih objek
 
Dalam ayat : أكَلْنا اللحم - akalnal laham
- kita tak diberi pun komponen ke-2 dengan nyata
 
- maka kita kena selidik أكَلْنا akalnaa
- yang ini retinya = nahnu telah makan.
 
Wak: Amacam engko tahu - أكَلْنا - akalna - ini maknanya : "kami" telah makan?
 
Man: Bila huruf "lam" berada dalam keadaan "mati".
- maka kita tahu le bahawa ia adalah dari deretan:
 
أكل - akala - "huwa" telah makan
 
أكلت - akalat - "hiya" telah makan
 
أكلت - akalta - "anta" telah makan
 
أكلت - akalti - "anti" telah makan
 
أكلت - akaltu - "ana" telah makan
 
maka kalo kita teruskan pada "nahnu"!
 
أكَلْنا - akalnaa "nahnu" telah makan
 
Satu poin yang kena perasankan ialah:
 
أكَلْنا - huruf "lam" mati dulu sebelum masuk " penambah" "naa" tanda "nahnu" atau "kami!
 
Wak: Jadi kita tahu "faa 'el" bagi - أكَلْنا - akalna - ialah "nahnu"!
 
Habis amacam nak jadikan ayat ismiyah?
 
Man: Hah! Ayat ismiyah mesti start dengan "isim" noun - katanama!
 
Maka kita susun le seperti ini: نحن أكَلْنا اللحم - nahnu akalnal laham
- tapi kalo siang2 lagi kita nak cakap bahawa ayat ismiyah ini dalam -past tense-
- maka kita: bubuh le penanda -past tense- untuknya
 
- jadilah: كان نحن أكَلْنا اللحم - kaana nahnu akalnal laham
 
atau sebetul2nya kita kena cakap : كُنّا أكَلْنا اللحم - kunna akalnal laham
- ini baru betul ikut setail arab
 
Wak: Hah. Amacam engko tahu -kunna- ni?
 
Man: Hohoho. Mula tadi saya dah kata -kaana-
tapi kita kita hafal -kaana- yang 5 tu
 
كان - kaana - "huwa" telah/was
 
كانتْ - kaanat - "hiya" telah/was
 
كُنْت - kunta - "anta" telah/were
 
كُنْت - kunti "anti" telah/were
 
كُنْت - kuntu - "ana" telah/was
dan sebab kita nak pakai kalimah yang seterusnya. maka kena ada:
 
كُنّا - kunnaa - "nahnu" telah/were
 
خلص
 
Wak: Belum lagi. Kalo kita nak emphasised-kan ayat ini amacam?
 
Man: Bubuh je  -qad - قد -
 
Maka jadi le:  كُنّا قد أكَلْنا اللحم -  kunna qad akalnal laham
- kami sungguh telah makan daging itu
 
خلص
 
Wak: Baik. Sambung غدا
 
Man: شكرا - wak
 
Wak: عفوا
 
اللهم يسر ولا تعسر ,ربي تمم بالخير 
- allaah humma yasir wa laa tu'assir rabbii tammim bikhair
 
إلى اللقاءِ 
= hingga bertemu lagi 
 
Man: في أمان الله - fii amaanil laah - semoga dalam jagaan Allaah
 
Wak: استغفر الله العظيم
= aku mohon ampun dari Allaah yang agung
 
لا حول ولا قوة الا بالله العظيم
= tiada satu apa pun kekuatan disekeliling melainkan hanya Allaah yang maha besar
 
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار 
=  wahai tuhan kami berilah pada kami di dunia kebajikan dan di akhirat juga kebajikan dan lindungilah kami daripada 'azab api neraka 
 
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
 
7/11/21
Categories: