Bahasa arab permulaan 402

Man:  أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]

بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]

السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]

Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]

اهلًا [ahlan]

Man: اهلًا بِك [ahlan bik] - Ya Wak!

Wak: طيب  [tayyib] نبدأ [nabdak]

Man: تفضّل  [tafaddal] Wak!

Wak: طيب  [tayyib]. بسمِ الله 

باذن الله [bi iznil laah - dengan izin Allah]

في الأمس [fil ams] kita sedang mengulang pada perkara : مرفوع [marfuu'a] - dimana huruf akhirnya "berbaris depan" :

المدرس جديد [almudarris jadiid]
- cikgu itu baru

Man: Bio satu ulag wak : المدرس جديد [almudarris jadiid]
- the teacher /  new
- the teacher is new

- cikgu itu baru

Disini wak. 
- kita ada ayat biasa atau orang utih kata : nominal sentence - arab kata : "jumlah ismiyah"
- contoh mudah dimana kedua2 perkataannya adalah dari noun
- dan keduanya itu dalam keadaan yang tidak ada gangguan dari sesiapa pun
- oleh itu akhir huruf setiap perkatan mesti "berbaris depan" - arab dah tetap macam tu!
- "baris depan" - maksudnya : perkataan begini dikatakan dalam keadaan "marfuu'a"

Wak: ممتاز [mumtaaz - fine!]

Kes kedua : kita pergi pulak pada keadaan noun atau اسم [isim] yang berada dalam keadaan مجرور [majruur]
- dimana baris huruf akhir adalah "berbaris bawah"

المدير في السيارةِ [almudiir fis saiyaarah]
- boss ada dalam kereta

- السيارةِ [assaiyaarah] "ta' marbuutah"nya itu mesti "berbaris bawah"

Man: Dalam kes : مجرور [majruur] pulak - huruf akhir noun itu mesti "berbaris bawah"

المدير في السيارةِ [almudiir fis saiyaarah]
- the boss / in / the car
- the boss is in the car

- boss itu ada dalam kereta

Rasa saya ler wak! Noun yang berkeadaan  مجرور [majruur] itu:
 
- menunjukkan bahawa noun ini berkeadaan sedang menyambut preposition في [fii - dalam]

- maka arab pun - nak tunjukkan bahawa dari kesan ianya penyambungan idea dari preposition :

- maka السيارةِ kena ler diberi tanda "baris bawah"
- ini semacam kata2 ini sebagai pengganding dengan preposition
- tak boleh diceraikan - seumpama itu ler agaknya wak!

- في [fii - dalam] - mmmm.... itu dalam apa? dalam ... baju! dalam ... rumah! dalam ... bakul dan seterusnya...
- gitu wak...!

Wak: Wah! Engko dah lecture panjang ni...ooooo....

Man: Berlagak jer wak. Sebetulnya. Memang! Satu apa pun saya tak tahu....wak!

Wak: طيب  [tayyib] Kita terus kepada keadaan dual pulak! Cakap engko! Apa yang engko dah ingat!

Man: Wah wak! Terkenyup saya dibuatnya wak. Nak cakap apa iyer....! Hmmm.... gini jer wak!
Dalam keadaan dual - maka satu perkataan noun yang dipakai sudah bermakna "dua". Dua orang ker.. dua benda ker... Apa2 yang dua ler.

Bagi arab. Saya rasa :
- mula2 mereka tahu - إثنان [ithnaan - no 2 - dua!] dua apa2 ler ...

- maka mereka pun fikir : "Apa kata kita pinjam ajer " ان alif-nun " yang dah duduk dibontotnya tu? "

- hah timbul ler : المديرُ -> المديرانِ [almudiir - jadi - almudiiraan]
- huruf "nun" patunya "berbaris bawah" tu iyer wak!
- dan gitu lah pada apa2 noun yang dual yang lain tu kan!

Wak: Kalo tadi ada السيارةَ [assaiyaarah - the kereta] ini jenis betina ni.
- dua kereta apa cakap?

Man: Hmmm... Saya cerita pakai gambo ajer ler iyer wak!

saiyaarah

Maka "dua kereta" ialah : سيارتَانِ [saiyaarataan]
- kenapa " ta' " tadi yang "berbaris depan" - hmmm.. sekarang dah jadi "baris atas" ?
- eleh! nak padankan dengan "alif" yang ada dibelakangnya tu ler.. itu ajer
- tak kan nak baris "depan" - kan logik dengan baris "atas". Kan kan kan wak?

Wak: طيب طيب طيب

Dari ayat : المدير في السيارةِ [almudiir fil saiyaarah]
- aku nak dual-kan semua noun atau اسم [isim] yang ada disitu

- لكن [laakin - tapi] aku hendak engko kaji baik2 rajah ini :

rajah

Engko nampak tak? Dual yang akhirnya dengan انِ

- berpindah kepada يْنِ

Dalam rajah itu. Aku berikan - jantan dual dan betina dual sekali!

Man: Hmmmm.... payah juga ni wak...

Wak: لابأس [laabaas - tak apa] 
Engko tenung ajer ler lama2. Mmmmm.... kalo gitu. Bio kita jumpa semula غدا [ghadan]

خلص [khalas]

Man: Hahahah ...  شكرا جزيلا [shukran jaziilan] wak. 

Wak: عفوا [afwan] اشوفك غدا [ashuufak ghadan]

إلى اللقاءِ 
- hingga bertemu lagi

Man: في أمان الله - fii amaanil laah - semoga dalam jagaan Allaah

Wak: استغفر الله العظيم
- aku mohon ampun dari Allaah yang agung

لا حول ولا قوة الا بالله العظيم
- tiada satu apa pun kekuatan disekeliling melainkan hanya Allaah yang maha besar

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار 
-  wahai tuhan kami berilah pada kami di dunia kebajikan dan di akhirat juga kebajikan dan lindungilah kami daripada 'azab api neraka 

والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui

Siri 230125
updated version: https://dinobytes.info/v2/node/3219

Categories: