Bahasa arab permulaan 439 كَانَ - يكُونُ / سافَر - يُسافِرُ
Man: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
اهلًا [ahlan]
Man: اهلًا بِك [ahlan bik] - Ya Wak!
Wak: طيب [tayyib] نبدأ [nabdak]
Jangan lupa iyer pada فِعْل [fe'el] yang bermula dengan huruf - و - "wau" seperti :
وَصَلَ - يَصِلُ [wasala - yasilu] - huwa tiba
وَضَعَ - يَضَعُ [wada 'a - yada 'a] = huwa bubuh
وَجَدَ - يَجِدَ [wajada - yajidu] = huwa jumpa
Apa yang berlaku semasa مضارع [mudhari'a] - present tense?
- "wau" hilang
ثمَّ [thumma = kemudian] نَحْنُ [nahnu = kita] tengokpulak pada فعل [fe'el - verb]
yang ada "alif" ditengah2nya seperti:
صَارَ - نَصِيرُ [saar - yasiiru] = "huwa" menjadi
- aku kata : "huwa" menjadi
- kerana dalam past tense sebetul ia bermakna : "huwa" telah menjadi
- tapi dalam present tense ia bererti : "huwa" sedang menjadi
ثمَّ [thumma = kemudian] نَحْنُ [nahnu = kita] tengok pada : كَانَ - يكُونُ [kaana - yakuunu]
كان [kaana atau kaan = he was]
Sebagai contoh perhatikan ayat ini:
الولد كبير [alwalad kabiir]
- the boy is big
Engko nampak apa2 ker?
Man: Saya nampak ianya adalah satu nominal sentence wak. Ada : Subject and predicate.
الولد = the boy
- ini subject
كبير = big . Ini dia : predicate
Tapi bila kita translate kita kena kata:
- the boy is big
- disini orang puteh bubuh "is" sebagai verb to be
- tapi arab tak perlu ada! Jimat masa dan perkataan!
Wak: Iyer. Biasanya - جملة اسمية [jumlah ismiyah] kalo dalam present tense ia tak perlu ada "verb to be" - am / is / are
Dalam present tense - جملة اسمية [jumlah ismiyah] nya ialah seperti :
المدير في المدينة الآن [almudiir filmadiinah al aan]
Pada - جملة اسمية [jumlah ismiyah] yang past tense pulak:
كان المدير في المدينة أمس [kaanan almudiir fil madiinah ams]
Masih ingat tak engko binatang ini?
Man: Ingat2 lupa wak! Tapi apasal dah wak datangkan pulak : يكُونُ [yakuunu] = he is
Wak: Dari كان الدكان في المدينة [kaanad dukkaan fil madiinah]
- the shop was in the city
- kedai itu telah berada di bandar itu
- ini ayat dalam past tense
Kalo pulak kita kata: يكون الدكان في المدينة [yakuunud dukkaan fil madiinah]
- the shop is in the town
- ini dah present tense!
Man: Eleh wak! Takkan kita tak boleh cakap : الدكان في المدينة [addukkan filmadiinah]
- kan pendek lagi padat. Maknanya pun kan sama?
Wan: Ha ah. Memang! Sekarang ini نَحْنُ [nahnu = kita] dah ada dua pilihan
1. Guna terus cara جملة اسمية [jumlah ismiyah]
2. Atau guna secara adanya يكون [yakuunu]
- tapi ingat kali ini syntax ayat akan meniru sebiji macam gaya جملة فعلية [jumlah fe'liyah = verbal sentence]
- maksudnya : objek ayat ini mesti berbaris "atas" - mansuub
Man: Hmmmm.... ini mengulang pelajaran yang lepas tu kan wak?
Wak: ثمَّ [thumma = kemudian] نَحْنُ [nahnu = kita] tengok pada : سافَر - يُسافِرُ [saafara - yusaafiru] = "huwa" bermusafir. Jadualnya:
Man: Iyer wak!
سافرْتُ إلى لندن [saafartu ilaa london = saya telah bermusafir ke london]
dan
سنُسافِرُ إلى تايلند غدا [sanusaafiru ilaa taailand ghadan = kami akan pergi ke thailand esok]
Wak: Iyer! Kenang2 semula yang lama2 tu. Bila tinggal lama - mudah lupa. Apa2 pun kita berenti dulu disini iyer. Jumpa غدا [ghadan = esok]
Man: Wak شكرا
Wak: عفوا
إلى اللقاءِ
- hingga bertemu lagi
Man: في أمان الله - fii amaanil laah - semoga dalam jagaan Allaah
Wak: استغفر الله العظيم
- aku mohon ampun dari Allaah yang agung
لا حول ولا قوة الا بالله العظيم
- tiada satu apa pun kekuatan disekeliling melainkan hanya Allaah yang maha besar
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
- wahai tuhan kami berilah pada kami di dunia kebajikan dan di akhirat juga kebajikan dan lindungilah kami daripada 'azab api neraka
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
Siri 230417
updated version: https://dinobytes.info/v2/node/3219
