Bahasa arab persediaan awal 163

Man: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
 
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
 
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
 
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]

بِسْمِ الله وبِإِذْنِهِ
- bismil laah wa bi iznih
- dengan nama allah dan dengan izinnya

Kita dah tengok - قصة - qisah - tentang - isim - اسم - noun :

1. ada yang definite - terkhas
2. dan ada yang indefinite - umum

Keadaannya serupa macam bahasa orang putih pun.
Maka kalo engko tahu bahasa orang putih sikit2 pun tak apa.
- senang juga nak tahu peranagi bahasa arab tu nanti

Kalo kita tahu bahasa melayu aje pun. Ok juga. Boleh faham pun! Tapi kadang naik kompius!

Man: Ye wak. Kita dah tengok lebih kurang begini:

1. definite noun - ada "the"
2. indefinite noun - yang tanpa "the"

Macam contoh yang pernah wak sebut tu tak?

سجادة - sajaadah
- makna kita : tiko sembahyang
- pada arab maknanya : karpet
Tak kira le ye. Mungkin dekat2 juga maknanya. Tapi :

- kalo سجادة - -sajaadah- saje. Tak ada "al" didepan perkataan
- maka ini ialah : indefinite noun - kata2 umum
- ending dengan "tanwiin" atau "baris dua didepan"
- orang putih ertikan -sajaadah- sebagai = a carpet
- patutnya melayu pun kena cakap : "sehelai sejadah"
- kena ada makna : "ada satu..."

tapi kalo السجادةُ - -as sajaadah-
- ini dah naik pangkat kepada:  definite noun - "perkataan yang khas"
- didepannya ada "al" yang seerti dengan "the" orang putih
- endingnya dah turun taraf jadi : "baris satu didepan" - kan dah ringan sikit atas "ta' marbuutah"
- maknanya dalam bahasa orang putih : "the carpet"
- dalam bahasa melayu : karpet itu, Ditambah "itu" konon2 enak katakan iaitu telah jadi "yang tertentu - khas"
- "sejadah itu" adalah -sejadah- yang khas. Yang jadi perhatian kita yang bercakap!

خلص - khalas

Wak: لا - laa. Kita baru je mula ni. Takkan nak lari pulak!

Man: Sorry wak!

Wak: ألآن - al aan - sekarang - cuba engko tengok ini pulak.

اللهُ أكبر - allaahu akhbar - allaah yang maha besar

بسمِ اللهِ - bismil laah - dengan nama allah

إنَّ اللهَ مع الصابرين - inn nal laaha ma 'as saabiriin - sesungguhnya allah itu berserta [dengan] orang2 [yang] sabar


- kalo engko tekun belajo. Belajo apa2 pun yang baik. Allah akan tolong engko. Sebab dia berserta dengan kita yang sabo menempuh susah payah. Ribut topan. Apa2 yang susah le....

Man: Yeyeye wak. Ada tiga contoh yang wak bagi. Jadi?

Wak: Aku hendak engko tenung baik2 pada ending perkataan "allah". Engko nampak apa?

Man: Hmmm... Payah ni wak. Takkan tak nampak apa2 pun!

Wak: Jangan give-up! Allah berserta dengan orang2 yang sabo

Man: اللهُ أكبر - allaahu akbar
- mmm.... pada perkataan "allaah" endingnya ada "baris satu didepan"
- mmmm... ending - "baris satu di depan"
- sebab ada "al" didepannya? Betul ke wak?

Wak: Yeyeye. Ok le tu...

Man: Yang ke-2. بسمِ اللهِ - bismil laah
- "allaah" disini endingnya ada "satu baris dibawah"
- leh apasal dah bertuko baris ni?

Wak: Ye. Teruskan.

Man: Yang ke-3. إنَّ اللهَ مع الصابرين - inn nal laaha ma 'as saabiriin
- mmm. Kali ini ending "allaah" dah berbaris "satu diatas" pulak
- mmm... kesimpulannya : ending perkataan "allaah" telah mengalami perubahan:
- boleh "baris atas"
- boleh "baris bawah"
- boleh "baris depan"
Apa ke sebabnya wak?

Wak: Hah! Itu le keistimewaan bahasa arab.
 
- noun - اسم - bahasa arab. Pada keadaan orinya : mesti berending dengan "baris depan"
- tak kira le indefinite ke atau definite ke
- cuma "tak ada tanwiin" dan  "ada tanwiin"
- disini pun ada sebab2nya

ثُمَّ - thumma - kemudian
- bila ada sesuatu berlaku didepan - isim - atau noun terbabit
- maka ending - isim - noun - akan mengikut : sama ada "baris atas" atau "baris bawah" atau "baris depan"!

Man: Leh. Ori [erkataan adalah : "baris depan". "Standard"
- kalo tak ori. Kena endingnya  berbaris "atas" atau "bawah".
- pelik kan?

Wak: Yeyeye...
1. Jika ori ending sepatutnya "baris depan"
2. Kalo tak ori kena "baris atas" atau "bawah" ikut keadaan

Tapi keadaan itu mesti : -isim- noun ini mengikuti sesuatu binatang!
- ada binatang tertentu membuatkan ending -isim- berbaris "atas" atau "bawah".

Hah! Itu le yang akan kita ceritakan dalam bab pelajarang bahasa arab yang sebenonya!
Tapi kalo kita selalu wakafkan ending. Maka hilang le kesan bunyi "atas" , "bawah" dan "depan " kan?

Man: Hmmmm... Wak! Kan kita kena tahu siapa pulak yang duduk sebelum -isim- pulak!

Wak: Nak jelas tentang ending satu2 perkataan. Itu le sebabnya. Engko kena kaji pada alquran. Sebab disana:

- telah disiapkan baris ending pada setiap perkataan. Maka senang sikit nak tengok. Kalo baca tulisan arab diinternet. Tak ada baris pulak tu. Hah hilang le punca kita dan tak tahu sebab apa ye?

Tak apa! Bila kita dah mula bertateh pada bahasa arab ni. Kita akan nampak sikit2. Sabo!

Man: Hoh! Agaknya. Ini le sebab. Ramai yang lari tu tak wak?

Wak: Melak! Mungkin juga bila keluo term2 yang tak pernah dengo. Kan jadi demotivate hati kita. Maka lari le kita. Kebetulan. Itu semua berkenaan dengan "nahu".
Untuk yang baru nak berjinak2. "Nahu" tu datangnya bila kita dah mula membuat ayat.


Sebab:
Bila kita nak buat ayat. Kena le kita ikut pattern yang baik! Kalo tak! Mungkin orang lain tak boleh nak paham. Cuma jadi macam bahasa paso je. Jadi macam keling bercakap melayu!

Man: Tapi wak! Bahasa paso pun ok juga wak. Macam Bangla bercakap. Tapi ok juga tu. Daripada tak reti langsung! Baik le tonggang terbalik pun tak apa kan?

Wak: Yeyeye...Maka kesimpulan hari ini:
- ending -isim - noun:
- boleh baris "depan" -ini dalam keadaan orinya
- baris "atas" dan "bawah" - ada sebab2nya!

Man: خلص - khalas

Man: الحمدلله - alhamdulillaah

شُكْرًا - shukran wak!

Wak: عفوًا - afwan

Kita jumpa lagi غدا [ghadan - esok] ok?

Man: إن شاء الله [inshaa allaah] wak! 

Wak: حسنًا [hasanan]

إن شاء الله [inshaa allaah]
Jika Allaah mengkehendaki

- kita jumpa  غدا [ghadan]

والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
 
إلى اللقاء
- ke pertemuan lain/bye

18/7/22

Categories: