Bahasa arab persediaan awal 165

Man: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
 
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
 
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
 
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]

بِسْمِ الله و بِإِذْنِهِ
- bismillaah wa bi iznih
- dengan nama allah dan dengan izinnya

Kita tengah tengok - قصة - -"qisah"-  tentang - جملة اسمية - "jumlah" ismiyah yaitu:

- orang putih kata ia sebagai: nominal sentence
- melayu kata : ayat ismiyah - ayat ke"isim"an heheheh!
- atau boleh tak kita kata : ayat yang bermula dengan -isim-?

Man: Wak yang cerita. Wak yang tanya pulak! Ohoh!

Wak: Ye le! Aku cuma tahu : جملة اسمية
- retinya : norminal sentense
- sentence yang biasa2 je
- sambil itu aku juga kata : ayat yang bermula dengan -isim -
- semacam contoh ini :

 القلم جديد - "alqalam jadiid"
 - the pen is new
 - qalam itu adalah baru

Man: Yeyeye... جملة اسمية - "jumlah ismiyah" ialah :
ayat yang bermula dengan -isim- atau noun.

Wak: Yang aku nak hilitekan pada engko adalah : seperti contoh ini:

أنا مسلم - ana muslim
- aku adalah seorang muslim
- I am a muslim

- أنا - ana = I - aku

- muslim = a muslim - seorang muslim

Ceritanya: 

أنا مسلم
- dalam bahasa arab
- ayat ini :
- dibuat dalam dua perkataan sahaja
- arab kira. Ini dah dianggap sebagai satu ayat lengkap

Tapi dalam bahasa orang putih:
I am a muslim - Ini ayat lengkap!
- ada 4 perkataan
- I - ia juga menunjukkan kepada benda singular - "se" atau "satu". Bukan banyak!
- am - mesti ada kalo nak ikut grammar orang putih

- ini pun "kata gandingan" yang menunjukkan keadaan singular
- a muslim - untuk nak katakan singular. Terpaksa kena bubuh "a"
- secara keseluruhannya. Semua perkataan adalah dalam kategori "singular"

Bahasa melayu:
"Aku adalah seorang muslim"
- ada 4 perkataan juga
- "aku" - ini pun jenis perkataan gantinama dalam keadaan singular
- "adalah" - fungsinya macam "is" juga kan?

- Tapi aku rasa ia boleh diketogori sebagai singular.

- Plural pun boleh. macam contoh :
- "mereka adalah pencuri"
- tengok pada "adalah". Singular ke plural? Engko fikir le sendiri!
- "seorang muslim"
- kata2nya pun terdiri dari kumpulan perkataan singular!

Daripada 3 ayat yang berlainan. Arab, melayu dan orang putih. Ayat arab le yang paling jimat! 2 -isim- dah jadi ayat! Yang lain kena berderet2.

Man: Jadi wak! Wak nak tunjukkan apa ni hah!

Wak: Maksud aku. Bila kita buat ayat semacam diatas yang arab namakan -jumlah ismiyah-
- mulakan dengan -isim-

- kalo cerita tentang keadaan singular. Mesti le pakai kata2 singular.

Tengok ini :

أنا مسلم - ana muslim
I am a muslim

kalo ayat untuk plural. Kita kena cakap:

نحن مسلمون - nahnu muslimuun
we are muslims
- setiap perkataan dah naik taraf ke jenis plural 

Cuba engko tenung lama2 sikit. Tangkapkan dalam hati. Apa ke ada pada "ayat"!

Man: Hmmm... Memang le wak. Kalo ayat tu cerita singular. Kena le pakai perkataan sesuai baginya. Tak boleh le nak kita campur aduk. Ada pulak! Mana2 bahasa pun gitu le wak!

Wak: Yeyeye... Walaupun begitu. Engko fikir2kan dulu sampai kita jumpa lagi esok.

خلص - khalas

Man: Heheheh!

شُكْرًا - shukran wak!

Wak: عفوًا - afwan

Kita jumpa lagi غدا [ghadan - esok] ok?

Man: إن شاء الله [inshaa allaah] wak! 

Wak: حسنًا [hasanan]

إن شاء الله [inshaa allaah]
Jika Allaah mengkehendaki

- kita jumpa lagi غدا [ghadan]

والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
 
إلى اللقاء
- ke pertemuan lain/bye

23/7/22

Categories: