Bahasa arab persedian awal 143 اِنِّي bahahgian III

Man: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
 
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
 
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
 
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]

بِسْمِ الله و بِإِذْنِ الله
- bismillaah wa bi izinillaah
- dengan nama Allah dan dengan izin Allah

الحمدلله - alhamdulillah - segala puji bagi allah
dapat lagi kita bertemu semula ye!

Man: نعم [na'am - iye] wak

Wak: طيب [tayib - ok]!

اليوم [alyaum - hari ini] aku nak sambung sikit lagi tentang اِنِّي [innii]
dengan makna yang  bermaksud: - sesungguhnya aku ini....
- ini digunakan sebagai "penekanan"
- atau "penegasan"
- supaya orang lain ambik perhatian baik pada diri kita

Man: نعم [na'am] wak!

Wak: Fungsi إِنِّي [innii] yang duduk didepan ayat. Maknanya:
- "innii" menguatkan atau ia hanya menekan pada "aku"
- "aku" disini boleh jadi jantan atau betina

Misal:

إِنِّي وكيلُهُ [innii wakiiluhuhu]
atau kalo aku matikan huruf terakhir sekali. Bunyinya : "innii wakiiluh"

cuba engko teka apa maknanya?

Man: إِنِّي وكيلُهُ [innii wakiiluh]
- mungkin ke: " sesungguhnya aku ini wakilnya "

Wak: Kan aku dah kata bahasa arab ni main logik je kan!

إنِّي - "innii" macam bunyi "ini"
- cuma tambah sikit tekanan pada "diri kita sendiri ni":
- sesungguhnya aku "ini".......sekian2

وكيلُهُ- wakiiluhu atau wakiiluh
- kita dengo baik2
- "wakiil" bunyi macam melayu cakap: "wakil"

- macam makna = 'agent' atau pengganti diri seseorang
- memang. Arab pun pakai perkataan yang sama itu juga. Dan dengan makna yang sama!

- ثم [thumma - kemudian] bila ada pulak dibontotnya penambahan huruf " ha " yang berbunyi "hu"
- ini sudah jadi:
- kita telah menggantikan diri seseorang jantanlain

Man: Hmmm.... wakil bagi seseorang yang lain

Wak: Dari: إِنِّي وكيلُهُ innii wakiiluhu
kata le. Kita buat gini pulak

 

إِنِّي وكيلُها innii wakiiluhaa

apa maknanya engko?

Man: Hehehe ... إِنِّي وكيلُها [innii wakiiluhaa]
- sesungguhnya aku ini wakil bagi dia yang betina sana tu!
- ok ke wak?

Wak: تمام [tamaam - ok]
Kan aku dah kata logik logik logik!
Macam orang arab diberi Allah ugama islam. Ugama islam tu pulak penuh dengan logik yang dapat kita fikirkan.

Misal:
Jantan mewarisi harta 2 kali ganda dari betina
- jadi betina jangan marah le. Dah ketetapan Allah!
- pasal jantan kena banyak buat urusan. Umpamanya: kena jadi wakil bagi betina dalam hal2 tertentu 
- dimana orang betina boleh duduk tepi diam2 aje
- tapi yang jantan pulak! Kena ingat baik2
- harta tu bukan asalnya mereka yang kerjakan 
- kita cuma ternganga menadah aje dari "pihak lain"
- jadi kenangkan le "orang lain" yang menurunkan pada kita - dalam grup keluarga kita
- dah mana2 sedara mara kita
- mereka semua itu pun dari keturunan dari yang diatas kita juga
- apa salahnya kalo kita kenang juga mereka sekali
- kita bagi le sedikit benefit dari apa yang "terjatuh" pada kita tu....

Man: Eh apa ni wak? Wak cerita apa ni. "I dont comprehend"!  

Wak: Wah! Speaking pulak engko ye. Dari sekarang kit kena pakai perkataan: 

- لا أفهم [laa afham = tak faham aku!]
- kan ada bunyi "faham" dalam "afham" tu kan! Logik tak?

Man: Aduuuuh. Bertepek2 lagi le kesah yang saya:

لا أفهم [laa afham] 

ni wak! Ini yang boleh membuatkan saya angkat kaki. Lari lingtang pukang nanti wak. Tak kuasa nak belajo lagi.

Wak: Hesssh. Aku cuma nak kata:
- Bahasa arab tu banyak logiknya
- siapa2 pun boleh ikut logiknya
- maka Allah pun turunkan ugama islam pada orang arab
- pasal orang arab penuh dengan "logik" yang senang2
- logik apa ye yang Allah maksudkan?
- untuk "kesejateraan sesama kita" dalam seugama islam
- yang mana ugama lain dah jadi tak jelas kerana banyak sangat penyelewengan

- maka Allah pun bagi salah satu contohnya ialah tentang "waris-mewarisi"
- didalamnya ada logiknya untuk "menyenangkan hidup"

- hidup aman damai pada semua ahli keluarga dan sedara mara
- merapatkan dan mengenangkan "turun temurun" kita
- bukan ikut pemikiran macam "money is king!". Dimana "King" itu "rakyat"! Apa punya sewel! Tebiat ke?

Man: Hehehe. Tau pun wak cerita tu rupanya. Hohoho.

Wak: Eleh! Cerita bodoh yang dah jadi femes satu dunia. Siapa le yang tak tahu. Tapi ramai pula yang termakan hasutan iblis setan dia tu kan?

Man: Hmmmm.... نعوذ بالله [na 'uuzu billah]

Wak: Heh! Aku tak cerita lagi pun. Tiba2 engko dah pandai cakap: نعوذ بالله [na 'uuzu billah]
Eh eh eh! Advance betul engko!

Man: Logik logik logik wak!

Wak: Eh! Engko ni perli aku ye! Moleknya!

Man: Sorry wak. Ma'af zahir batin. Masih raya lagi ke kita ni? Logik logik logik!

Wak: Hah! Tak kesampaian kita tentang nak nengok bahasa arab ni ye. Hmmm.....
Tak apa. 

Kita sambung aje غدا [ghadan-esok] ok?

Man: إن شاء الله [inshaa allaah] wak! 

Wak: حسنًا [hasanan]

إن شاء الله [inshaa allaah]
Jika Allaah mengkehendaki

- kita jumpa lagi غدا [ghadan]

والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
 
إلى اللقاء
- ke pertemuan lain/bye

27/5/22
https://dinobytes.info/v2/content/bahasa-arab-persediaan-awal-himpunan-s...

Categories: