Bahasa arab - Teroka 121 - الاسم
Man: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
بِسْمِ الله و بِإِذْنِهِ
[bismillaah wa bi iznih = dengan nama Allaah dan dengan izinnya]
Ingat yer : فِعْل [fe'el - singular] - افْعال [af'al - plural]
Jadi - jangan dilupakan kata2 arab bagi - "perbuatan" - itu iyer! Kemudian :
ذهب إلى [zahaba ilaa = "huwa" telah pergi ke]
خرج مِن [kharaja min = "huwa" telah keluo dari]
قال [qaala] = "huwa" telah berkata]
جَاءَ [jaa a] = "huwa" telah datang
Kalo dapat - berlatihlah membuat جُمْلة [jumlah = ayat] mudah - dengannya.
ثم [thumma] kita jumpa : جِدًّا [jiddan] = bersangatan
Fungsinya : cuma untuk menokok-tambah pada adjective
سَهْلٌ جدًا [sahal jiddan] = senang giler
هذا الدَّرْسُ سَهْلٌ جدًا [haazad dars sahal jiddan]
- pelajaran ini senang giler
هذا الدَّرْسُ [haazad dars] = pelajaran ini
- dalam ayat - ini adalah sebahgian dari subjek
- pasal Apa? Ada dua - definite nouns - satu "haazaa"
- dan satu lagi kata - "addars" - "pelajaran itu" - ini pun - definite noun
Bahgian prediket:
سَهْلٌ جدًا [sahak jiddan] - senang giler / teramatlah senang!
- "sahal" = senang
- pasal apa dia jadi - prediket? - pasal dia tak ada "al"
- "jiddan" pulak - menempek sahaja pada "sahal" - maknanya : giler!
Man: Baik wak! Nominal sentence = definite + indefinite noun
المسجد جميل [almasjid jamiil]
- "almasjid" - the masjid - definite noun
- "jamiil" - cantik - indefinite noun
- bila campurkan
the masjid / cantik
the masjid is cantik
- sorry wak bercampur aduk ni - tak apa kan wak! - bio faham!
- disini tanda pada tanda "/ " = ia akan diambil aleh oleh "is" dalam bahasa orang putih - melayu ? ....
كذلك [kazaalik] gitu wak!
Wak: Dalam kes lain :
أين يوسف؟ يوسف في الطريق [aina yuusuf? yuusuf fit tariiq]
- aina yuusuf? yuusuf fit tariiq
- mana yuusuf? yuusud di jalan
Yang kita nak tumpukan perhatian ialah pada :
يوسف في الطريق [yuusuf fit tariiq]
- yuusuf di jalan
Man: يوسف في الطريق [yuusuf fit tariiq]
- yuusuf + fit tariiq
- yuusuf / on the road
- yuusuf is on the road
- mula2 :
- yuusuf - subjek
- pasal? ia - by default - adalah : a definite noun
- fit tariiq
- ini prediket - tapi ia bermula dengan preposition
Wak: نعم [na'am] في الطريق [fit tariiq]
- في [fii] ini kan preposition!
- jadinya? في الطريق [fit tariiq]
- kita kata ia adalah sebagai - "prepositional phrase"
Man: Mmmm.....ok
Wak: Cuma aku cakap sikit ajer!
- في الطريق [fit tariiq]
- bila masuk pada bab "nahu" arab
- "fii" akan menyebabkan الطريق
- iaitu pada huruf "qaf" nya - ia mesti dibariskan "bawah"
Man: Pasal apa jadi begitu wak - tiba2 huruf "qaf" atau huruf akhirnya "berbaris bawah"?
Wak: Kan bahasa arab ini cerewet! Tak... tak ler gitu - tapi sebenonya :
- arab nak beritahu kita
- bahawa - apabila - "prepositonal phrase" - datang!
- maka kita mesti diberi tanda2 jelas keberadaannya!
Man: Eleh! Kan wak! Pada teks arab biasa - yang tak ada baris! - mana nak nampak benda2 tu wak? Kan wak...!
Wak: Ha ah - Jadi untuk kes itu - kita kena ler bukak quran pulak. Sebab dalam quran - segala tata bahasa arab - diberi! Tak tersembunyi pun. Nampak jelas pada tulisannya. Tapi - kalo engko dengo recording bacaan quran. Maka engko cuma dengo irama merdunya. Tapi engko tak perasan kesan sesuatu sebab! Kena tengok betul2 pada tulisannya! Dan dengan sebab itu - kita terlupa akan adanya tanda2 khas bagi "nahu" arab!
Maka kesimpulan :
- preposition arab akan menyebabkan terbentuk - "prepositional phrase"
- dan kita akan nampak tandanya akan ada - pada noun yang datang selepas itu
- iaitu pada huruf akhir "noun" tersebut. Ia akan ada tanda "berbaris bawah"
Jadi kalo aku tanya engko : pasal apa satu2 noun itu - huruf akhirnya dengan "berbaris bawah"?
Jawab?
- sebab "noun" itu duduk dalam "prepositional phrase" - yaitu : dimana depannya adalah "preposition"-nya. Noun pengikutnya mesti diberi tanda - "berbaris bawah"
Man: Sebab apa tiba2 huruf akhir noun "berbaris bawah"?
Jawab: Hah! "Prepositional phrase" dah datang - Pasal ia dibuat dari - "Preposition" dan "noun". Dan "noun" pengikut mesti ditanda dengan "baris bawah". Sebab ia juga sebagai pelangkap "prepositional phrase" !
Umpama: "on the table" ... "on" adalah preposition
Wak! Yang ini arab cakap apa - wak?
Wak: Engko buat contoh - engko pulak tanya aku!
على المكتب ['alal maktab]
Man: Hahahah.... على المكتب ['alal maktab]
- huruf "ba" mesti "berbaris bawah".
- disini - kita cuma pakai "satu baris bawah"
- pasal? Heh kan dah ada "al" didepan "maktab"
- kalo tak ada "al"
- hah jadi ler perkataan "maktab" ajer
- dan dalam kes ini - kena ler kita bubuk "dua baris bawah" pada huruf "ba"
على مكتبٍ ['ala maktab] - on a desk
- pasal - "maktab" dah jadi - indefinite!
خلص [khalas]
Wak: حسنًا [hasanan] dah penat dah!
Jumpa غدًا [ghadan]
تمام [tamaam]
Man: شكرا [syukran] wak!
Wak: عفوا [afwan]
jumpa lagi غدًا [ghadaan]
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
إلى اللقاء
- ke pertemuan lain/bye
siri : 230616
https://dinobytes.info/v2/content/himpunan-bahasa-arab-baru-terokabahasa...
