Bahasa arab - teroka - 156 - ulang sikit 1
Man: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
بِسْمِ الله و بِإِذْنِهِ
[bismillaah wa bi iznih = dengan nama Allaah dan dengan izinnya]
طيب [taiyib] aku hendak ingatkan kau balik... iyer
Man: Iyer! Apa dianya wak!
Wak: Mula2 - إضافة [idaafah]
- ia adalah gandingan dua اسم [isim]
- dengan makna "kepunyaan"
- مثال [mithal]
بيتُ اللهِ [baitul laah = rumah allah]
حسنًا [hasanan] cuba engko ceritakan sikit tentangnya!
Man: بيتُ اللهِ [baitul laah]
Hmmmm.... contoh ini nampak senang sikit wak! Sebab :
- ia berasal dari dua perkataan : بيتٌ [bayit] dan اللةُ [allaah]
- بيتُ اللهِ = بيتٌ + اللةُ
kemudian untuk penerangannya :
- إضافة [idaafah] adalah terbuat dari dua اسم [isim]
- noun yang duduk didepan sekali - mesti dalam keadaan indefinite noun
- yang duduk selepasnya - ia mesti definite noun
- daripada segi "nahu" pulak :
- bagi noun yang pertama itu - sungguh pun ia indefinite noun
- tapi ia mesti berakhir dengan satu baris depan
- dan pada noun yang kedua - ia mesti berakhir dengan baris bawah
- pasal dia ni dah pun definite noun - maka baris bawahnya mesti satu baris sahaja
خلص
Wak: Jap! Bio aku tambah sikit.
Man: Iyer wak!
Wak: Pada aku ler : Sebab - إضافة [idaafah] tu dah jadi semacam satu perakataan :
- maka itu sebab ler - aku agak2 - yang arab akan anggap
- ia tidak boleh ada "tanwin" ditengah2 perkataan
- faham ker engko?
Man: Gitu2 ler wak...
Wak: Tak confident engko?
Man: Heheheh....
Wak: Hah satu lagi - tak boleh ker engko buat ayat mudah dengan kata2 tadi?
Man: Wak yang bagi contoh - wak ler tolong buatkan sekali - tak gitu wak?
Wak: Hmm.. kalo aku kata :
قال خالد : هل المسجد بيت الله؟
Cuba engko translate dulu. Kemudian cuba jawab soalan daripada itu.
Man: قال خالد : هل المسجد بيت الله؟
qaal khaalid: hal almasjid baitullaah?
- khaalid telah berkata : adakah the masjid rumah allaah?
Jap wak! Ada soalan dulu.
Wak: طيب
Man: المسجد بيت الله
Kalo ini nominal sentence - atau - جملة اسمية [jumlah ismiyah]
- apasal dua2 komponen : المسجد dan بيت الله kedua2nya dari definite nouns wak?
Wak: Hmmm... mula2. Aku nak tokok sikit! Bila kita nampak keadaan seperti :
هل المسجد بيت الله
- pandang - "hal" berakhir dengan baris mati
- kemudian ia bertemu dengan "almasjid"
- yang mana - "al" ini yaitu "alif"nya itu adalah "hamzah wasal"
- maka kalo kita nak baca satu nafas "hal + almasjid"
- kita kena cakap "halilmasjid"
Man: Aduuuh.... Ini cerita tajwid ker wak?
Wak: Ini pun undang2 bahasa arab pun. Dan Yang ke-2
المسجد بيت الله
- seperti yang engko mushkil - "almasjid" adalah subject
- dan "baitul laah" adalah dia punya predicate
- mmmm... nak ikutkan - yang pernah kita cakap
- subject mesti definite
- predicate mesti indefinite
- tapi kali ini idaafah pun dah jadi definite. Boleh pulak begitu?
- sebetulnya! memang dibolehkan pun!
- tapi kalo hendak nampak ikut formula betul2 - baik kita buat gini jer!
المسجد هو بيت الله
- selitkan "huwa" sebelum jumpa predicate!
Man: Leh gitu pulak....boleh biol ni wak!
Wak: Heheheh... Sekarang cuba lengkapkan soalan tadi?
Man: Kalo saya kata gini wak!
قال خالد : هل المسجد بيت الله؟
qaal khaalid : halil masjid baitul laah?
قالت سورايا : نعم. إنه هو بيت الله
qaalat suuraayaa : na'am. innahu huwa baitul laah
suraya telah berkata : iyer. sesungguhnya dia rumah allah
- sebab! dimasjid sememangnya orang akan bersujud pada allah disitu
- sama juga seperti di Masjid Haram
- ia juga pun - dipanggil sebagai "baitul laah"
خلص
Wak: اليوم Kita telah mengulang kaji tentang - إضافة
- pada kata yang pertama - ia berkeadaan berbaris satu depan
- kata yang ke-2 berbaris bawah
خلص
Maka dengan itu - إن شاء الله kita akan jumpa lagi غدًا [ghadan]
Man: شكرا [syukran] wak!
Wak: عفوا [afwan] Jumpa غدًا [ghadaan]
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
إلى اللقاء
- ke pertemuan lain/bye
siri : 231104
https://dinobytes.info/v2/content/himpunan-bahasa-arab-baru-terokabahasa...
