Bahasa arab - Teroka 38 - huruf hijaaiyah!
Man: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
بِسْمِ الله و بِإِذْنِهِ
[bismillaah wa bi iznih = dengan nama Allaah dan dengan izinnya]
Masih lagi dalam cerita tentang "al"
Man: Hohoho... "al" membuatkan "noun" menjadi definite.
Tapi! Tiba2 datang pulak list ini:
- satu grup diberi nama - " alqamariyyah " [the moon]
- satu grup lagi bernama - " ash shamsiyyah " [the sun]
Wak: Semua huruf "hijaa iyah" arab itu kategorikan sebagai:
- "qamariyyah"
- "shamsiyyah"
Man: Kemudian kita nampak perangai "al" ini
- "al" besambanung pada huruf "qamariyyah". Ambik contoh - huruf : "qaf"
قلم [qalam = a pensel]
bunyi macam biasa jer. Tak ada "isiyu" apa2. Hohoho... orang sekarang memang suka cakap gitu ler wak - "issue" ajer - tak sudah2!
Kemudian bubuhkan "al" = القلم [al qalam = the pensel]
- bunyinya pun tak ada "issue"
- ada bunyi "al" dan "qalam" dengan jelas
Tapi cuba kita datangkan : والقلم [ wal qalam = and the pencil ]
- disini bunyi "alif" dah dimakan setan!
- yang terdengo hanya "wal" dan "qalam"
- "alif" ditulis pada tulisan. Tapi tak berbunyi pun pada sebutan!
Wak: "al" bertemu dengan dengan huruf "qamariyyah"
Keadaan 1 :
- kalo kita bercakap bermula dengan perkataan itu:
- bunyikan dengan terang "al" tersebut
Keadaan 2 :
- kata ler ada huruf "wau" duduk didepan perkataan tersebut :
- bunyi "alif" jangan lagi dibunyikan. Marah arab!
- umpama : والكتاب [ wal kitaab = the buku ]
- bunyi "alif" dah hanyut dah...
- terus bunyi "wal" semacam ejaan tanpa ada huruf "alif"
Maknanya - dalam kes "qamariyyah" :
- perkataan definite : yang ada "alif-lam" berjumpa dengan huruf "qamariyyah" :
- kita mesti bunyikan "al" dengan jelas
- الأُسْتاذ [ al ustaaz - definite noun ]
- ada Bunyi "al" dan ada bunyi "ustaaz" dimana: "alif" pada permulaan perkataan "ustaaz" itu ialah huruf " qamariyyah "!
Tapi. Bubuh! Sebagai contoh - huruf "wau" didepannya : والأُسْتاذ [wal ustaaz]
- ini seumpama "alif" pada "alif-lam" dah lesap
- bunyikan terus ke "lam"
- bunyikan - "wal" - kemudian barulah diikuti dengan "ustaaz"
Man: نعم [ naam = iyer ] wak!
Bila kita tinjor pula pada huruf2 "shamsiyyah"
Contoh : شَيْطان [ shaitaan = a setan ]
- definite-kan dia jadi : الشَّيْطان [ ash shaitaan = the setan ]
- haha... dalam kes definite kita akan perasan
- huruf "lam" pulak yang telah ditelan setan!
Kemudian kalo kita datangkan "wau" dangan erti : "dan"
- والشَّيْطان [wash shaitaan = dan the setan]
- hah! disini lagi teruk!
- bunyi "alif-lam" langsung padam dari sebutan!
Wak: نعم [naam = iyer]
Bio aku tambah sikit ajer lagi diisini iyer!
Man: طريق [tariik = jalan] wak!
Wak: "Alif" yang ada "sad" kecik tu. Nama betulnya ialah " hamzah wasal " [ همزة وصل ]
jadi kita dah kata tadi:
- binatang ini biasanya berkawan dengan "lam" untuk jadikan "katanama" itu definite
- kemudian kita nampak contoh lain : اسْم [ isim = noun / katanama ]
- "alif" yang duduk didepan tu adalah : "hamzah wasal"
- itu sebab dalam : بسم الله الرحمن الرحيم
- sepatutnya ejaan - بسم - kena tulis seperti - باسم -
- tapi. Entah macam mana! Dah kekal tulisan dengan tanpa "alif"
Man: Leh! dah pindah pada yang bukan "alif-lam" pulak ni wak?
Wak: Cuma sebagai pengetahuan ajer. Tak ingat pun tak apa sangat. Bukan nak masuk exam pun!
Man: Hmmm.... Lega.
Wak: Hah! Satu jer yang aku nak engko ambik perhatian!
Man: Abenda wak?
Wak: Kalo engko buka quran page 516. Engko akan dapati ayat ini :
Pada permulaan ayat ini kita nampak :
- "bik sa" : - bik - pendek dan - sa - pendek
- kemudian ada "alif-lam"
- kemudian disambung pulak dengan "isimu" atau "isim [ = nama ]"
- disini "alif" itu ber"sad" pada rangkaian "alif-lam"
- kemudian "alif" ber"sad" juga duduk pada permulaan kata "isim"
- maka cara bacanya ingat sama semacam "bismillaah"
- "alif" ber"sad" kecil balingkan jauh2
- maka bunyi sebetulnya ialah : " bik sa lis mul fu suuqu ba' dal iimaan .... " dan seterusnya
Man: Oh gitu ker bacaannya wak?
Wak: Kalo engko ragu2 pergi ler refer pada qari arab. Cari amacam bunyi dia mengaji pada ayat ini. Cari iyer! Jangan tak!
Man: Insha allaah. Tapi wak. Reti ayat ini apa wak?
Wak: seburuk2 / the nama / the fasik / selepas / iman
kalo engko buka translation versi Malaysia. Ia dimaksudkan sebagai :
- amatlah buruknya sebutan nama fasik [kepada seseorang] sesudah ia beriman.
- retinya: jangan ler hendaknya kita mengelar atau memanggil orang2 yang beriman dengan nama2 yang keji atau buruk. Jangan dibuat. Berdosa! Pasal quran dah sebut! Mana quran sebut ikut!
Man: Hmm.... Kena jaga mulut ler ni. Jangan main lepas cakap yang keji2. Mengata. Menyindir. Dan apa2 ler yang "semasa" dengannya!
Wak: نعم [na'am] Cukup ler buat اليوم [alyaum]
خلص [khalas] Sambung غدا [ghadan]
Man: شكرا wak.
Wak: عفوا [afwan]
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
إلى اللقاء
- ke pertemuan lain/bye
27/10/22
https://dinobytes.info/v2/content/himpunan-bahasa-arab-baru-terokabahasa...
