Bahasa arab - Teroka 6 - definite dan indefinite noun

Man: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
 
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
 
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
 
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]

بِسْمِ الله و بِإِذْنِهِ
- [bismillaah wa bi iznih]
- dengan nama Allaah dan dengan izinnya
 

في الأمس - [fil ams] - semalam kita tengok contoh mudah - جُمْلة اِسْميّة - [jumlah ismiyah]

Undang2 yang kita dah tahu:

جُمْلة اِسْميّة - [jumlah ismiyah] mesti bermula dengan - اِسم -[isim]- noun, kata-nama.

Kemudian mari kita berborak sikit tentang perkataan : "jumlah"

- kalo ikut bahasa kita: "jumlah" retinya "total" atau kesemua bilangan yang ada dalam satu2 hal" 
- mungkin boleh juga kata "berapakah hasil kesemua yang ada dalam satu himpunan tu?"
- atau mungkin: "sesuatu yang terhimpun dalam sesuatu perkara"
- dalam bahasa orang putih pulak. "Jumlah" diretikan sebagai "aggregate"
- reti "aggregate" ialah : "kesemua jumlah yang ada dalam sesuatu himpunan!"
- macam dalam pereksa : markah aggrigate seseorang adalah: 550/600. Hohoho ini budak bijak budak!

Kesimpulan: 
- "Jumlah"! Memang perkataan ini ada dalam bahasa kita
- bila kita kat 'jumlah' dalam arab. Janganlah kita fikirkan tentang nombor
- tapi. Fikirkan tentang perkataan atau kalimah atau himpunan katanama atau noun
- maka datanglah maksud : susunan kalimah2 yaitu -isim- atau noun yang akan membuat "ayat" 

Man: Gini jer ler wak!

- Arab kata : "jumlah"
- orang putih maksudkan : "aggregate"
- orang melayu kata :"total" - heheh ini bahasa orang putih!
- maka mari kita pinjam bahasa orang putih sekejap
- jadi makna "jumlah" : ia adalah "aggregate kalimat2 hingga menjadi ayat"

Eh ini macam main2 je wak! Yang senangnya!

Hafal je : "jumlah = ayat" 

خلص - [khalas]

Wak: Heh! Tak خلص - [khalas] lagi ler!

Sekarang mari bincang tentang noun yang ada dalam bahasa orang putih.

Noun orang putih ada dua jenis:
- ia boleh jadi 'indefinnite noun' 
- a pencil

- atau ia boleh jadi 'definite noun'
- the pencil

Hah sekarang. Pergi pulak ke bahasa arab. Arab pun pakai prinsip yang sama macam orang putih.
- 'isim' dia ni pun : ada yang indefinite dan ada yang definite. Cuma setakat ini. Tak payah ler kita nak tahu sangat apa ker term-nya dalam arab.

Sekarang ambik contoh :

قَلَمٌ - [qalamun] - atau wakafkan huruf akhirnya dapat : 'qalam' sahaja
- reti orang putih : a pencil
- ikut nahu melayu : sebatang pensil - mesti lekatkan penjodoh bilang
- kalimah ini adalah : indefinite noun

القَلَمُ - [al qalamu] atau 'al qalam'. Ada penambahan - al- didepan kalimah
- the pencil
- 'pensil itu'. Saja2 bubuh "itu" konon nak gantikan "the" atau "al"
- kalimah ini dikenali sebagai indefinite noun

Man: Definite dan indefinite noun

- dalam bahasa orang putih ada perkataan "the" . Ini ler tanda noun itu definite
- the pensil
- tak ada "the" jatuh kepangkat - "indefinite noun"
- a pencil
- ini ler yang dikatkan sebagai : indefinite noun

dalam bahasa melayu. Leh mana ada tanda2 macam itu!
- melayu akan faham secara otometik sama ada "kata-nama" itu definite atau indefinite dengan hanya melihat maksud ayat! Tak hebat?

Maka untuk nak translate bahasa arab ke melayu secara formal . Kita  kata begini:

قَلَمٌ - [qalam] -
- sebatang qalam - macam bunyi katun [Doraemon]

القَلَمُ - al qalam 
- qalam itu

Gitu jer ler perbezaan antara definite dan indefinite noun yang dimaksudkan dalam bahasa melayu. Tapi kalo "ada sebatang" ataupun "barang itu". Semuanya - no hal pada kita kan? Memang otomatik boleh faham punya ler yer wak?

Wak: Ye ye ye... Jadi kita berenti selepas kita selesaikan dengan ayat yang pakai kalimah "qalam"!

هذا قَلَمٌ - [haazaa qalam]
- 'ini qalam' atau 'pen' atau 'pensil' - pilih ler mana satu!

Man: Ye wak.....

هذا قَلَمٌ - [haazaa qalam]
- ini qalam
- this is a qalam

هذا - this is - ini

قَلَمٌ - [qalam] - a qalam - sebatang qalam

Kebetulan pulak dalam pelajaran nahu kita:

هذا - [haazaa] - ini dinamakan sebagai 'subjek'

قَلَمٌ - [qalam] - ini pulak dinamakan sebagai 'prediket'

Disini kita tahu pulak. Bahawa 'prediket' adalam didalam keadaan indefinite noun

Wak: Haah. Sekarang kita boleh ler buat satu lagi kesimpulan:

Ciri2 'Jumlah ismiyah' :
 
1. 'ayat' yang bermula dengan 'isim' dinamakan - 'jumlah ismiyah'-
2. 'prediket'nya pulak dari darjat indefinite noun

خلص [khalas]

Man: شكرا - [syukran] wak

Wak: عفوًا - [afwan]

Kita jumpa lagi غدا - [ghadan] - esok!

Man: إن شاء الله - [inshaa allaah] - wak! 

Wak: حسنًا [hasanan]

إن شاء الله [inshaa allaah]
Jika Allaah mengkehendaki

والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
 
إلى اللقاء
- ke pertemuan lain/bye

20/8/22
https://dinobytes.info/v2/content/himpunan-bahasa-arab-baru-terokabahasa...

Categories: