Bahasa arab - Teroka 82 - خَرَجَ - dia dah keluar
Man: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
بِسْمِ الله و بِإِذْنِهِ
[bismillaah wa bi iznih = dengan nama Allaah dan dengan izinnya]
Setakat ini نَحْنُ [nahnu = kita] ada :
أين التاجر؟ هو في الدُّكَّانِ [ainat taajir? huwa fid dukkan]
- mana peniaga tu? Dia didalam kedai itu
أين الأستاذة؟ هي في المدرسةِ [ainal ustaazah? hiya fil madrasah]
- mana ustazah tu? dia di madrasah itu
نَحْنُ [nahnu = kita] nampak:
أين [aina] boleh dipadankan pada "jantan" mau pun pada "betina" dan lain2
في [fii] pun boleh lekat pada "jantan" atau "betina"!
Man: Jadi wak!
أين [aina] soalan - dan في [fii] preposition. Mereka itu tak ada gender! Iyer wak?
Wak: Kemudian نَحْنُ [nahnu = kita] ada soal-jawab :
أين الأم؟ خَرَجَتْ [ainal umm? kharajat]
- mana the emak? dah dah keluo / dah pergi
Disini نَحْنُ [nahnu = kita] baru jumpa perkataan jenis : فِعْلٌ [fe'el - kata perbuatan]
- perbuatan sememangnya ada tense.
- disini kes perbuatan itu - berlaku pada masa "dah lepas" - past tense
Man: Iyer wak!
- katanama / noun - mana ada tense! Giler ker kalo ada tense!
- gitu juga preposition - tak akan ada tense!
- tapi perbuatan - kena ada ler!
- sebab pekerjaan - boleh dikerjakan pada bila2 masa - dah lepas - sekarang - akan datang - Bila2 bila2 ajer iyer wak!
Tapi soalan saya wak - adalah : Kenapa contoh wak itu kata : خَرَجَتْ [kharajat]
- eh seketul itu jer ker? Tak ada sambungannya ker?
Wak: Cuba engko tengok balik rajah yang ada خَرَجَ وخَرَجَتْ [kharaja wa khrajat]
Man: Jap wak!
Hmmm...
- "huwa" bersetentangan dengan "kharaja"
- "hiya" pulak - bersetentangan dengan "kharajat"
Jadi wak! Kan itu satu2 perkataan ajer tu - kan wak?
Wak: Ha ah! Bila binatang tu bersetentangan. Maka maknanya:
- kalo kita kata خَرَجَ [kharaja] = otak kita kena cakap melayu yang retinya:
- "huwa" [dia jantan] dak keluo
- "huwa" dah keluo
Kan ini - kalo dalam bahasa melayu - ia dah cukup jadi satu ayat. Kan? Ada tiga ketul perkataan tu!
Man: Iyer iyer iyer wak.
Wak: Gitu juga kalo kita kata :
- خَرَجَتْ [kharajat]
- pasal dia bersetentangan dengan "hiya" - maka melayu mesti cakap :
- "hiya" [dia bertina] dah keluo
Sekali lagi - itu dah jadi ayat kan tu! Dah ada makna pun.
Man: Hmmm.... Baik. Tapi wak! Tak ker kita boleh tanya: "Dia dah keluo kemana"?
Wak: Hmmm.... Jap2. Melayu akan cakap:
- dia keluo rumah
- dia keluo mesjid
Maka soalannya bukan : Keluo kemana?
- tapi : Dia keluo dari mana?
- dia keluo dari bilik... dia keluo dari jamaban... dan apa2 ler
Kebetulan خَرَجَ [kharaja] orang putih kata : "he exited" .... from "where"? Gitu....
Man: Hmmm....
أين هو؟ خَرَجَ من الغرفة [aina huwa? kharaja minal ghurfa]
- dimana dia? dia dah keluo dari bilik. Macam : "he exited from" the room...
Hmmm... خَرَجَ .... من ["kharaja" dikawankan dengan "min"?]
- macam : أين هي؟ خَرَجَتْ مِنَ الدُّكانِ [aina hiya? kharajat minad dukkan]
- mana dia tu? dia dah keluo dari kedai itu - she exited from the shop!
Hmmm..... risau risau risau - wak!
Wak: Tak apa. Kalo gitu kita stop dulu setakat ini. Engko tenung2, fikir2 dan sebut2 berulang2....
Hmmm.... تمام [tamam] kita jumpa غدا [ghadan] ajer ler!
Man: Iyer wak! شكرا جزيلا [shukran jaziilan] wak.
Wak: عفوا [afwan]
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
إلى اللقاء
- ke pertemuan lain/bye
siri : 230224
https://dinobytes.info/v2/content/himpunan-bahasa-arab-baru-terokabahasa...
