Bahasa Arab Permulaan 309
Submitted by tokchuk on Sun, 11/07/2021 - 09:44
Man: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
اهلًا - ahlan
Man: اهلًا بِك - ahlan bik - Ya Wak!
Wak: طيب - tayib. نبدأ - nabdak
Man: تفضل - tafaddal. Wak!
Wak: في الأمس - fil ams. Kita tengah tengok:
- ayat fe'liyah
- ia boleh dijadikan ayat ismiyah
- tapi apa ke perkara2 yang perlu kita kena tengok?
Man: Ye wak. Tranformation ayat. Hohoho...
Wak: Sekarang tengok ayat ini: أكَلْنا اللحم - akalnal laham
Translate engko!
Man: أكَلْنا اللحم - akalnal laham
- kami telah makan daging
- we ate the meat
Wak: Amacam nak kenal ini ayat fe'liyah engko?
Man: Ada petunjuknya wak.
1. ayat mesti bermula dengan fe 'el - perbuatan - verb
Wak: Soalan ke-2
2. Apa formula bagi ayat fe'liyah
Man: Mesti ada tiga komponen.
1. fe'el
2. faa 'el - pembuat
3. maf 'uul bih objek
Dalam ayat : أكَلْنا اللحم - akalnal laham
- kita tak diberi pun komponen ke-2 dengan nyata
- maka kita kena selidik أكَلْنا akalnaa
- yang ini retinya = nahnu telah makan.
Wak: Amacam engko tahu - أكَلْنا - akalna - ini maknanya : "kami" telah makan?
Man: Bila huruf "lam" berada dalam keadaan "mati".
- maka kita tahu le bahawa ia adalah dari deretan:
أكل - akala - "huwa" telah makan
أكلت - akalat - "hiya" telah makan
أكلت - akalta - "anta" telah makan
أكلت - akalti - "anti" telah makan
أكلت - akaltu - "ana" telah makan
maka kalo kita teruskan pada "nahnu"!
أكَلْنا - akalnaa "nahnu" telah makan
Satu poin yang kena perasankan ialah:
أكَلْنا - huruf "lam" mati dulu sebelum masuk " penambah" "naa" tanda "nahnu" atau "kami!
Wak: Jadi kita tahu "faa 'el" bagi - أكَلْنا - akalna - ialah "nahnu"!
Habis amacam nak jadikan ayat ismiyah?
Man: Hah! Ayat ismiyah mesti start dengan "isim" noun - katanama!
Maka kita susun le seperti ini: نحن أكَلْنا اللحم - nahnu akalnal laham
- tapi kalo siang2 lagi kita nak cakap bahawa ayat ismiyah ini dalam -past tense-
- maka kita: bubuh le penanda -past tense- untuknya
- jadilah: كان نحن أكَلْنا اللحم - kaana nahnu akalnal laham
atau sebetul2nya kita kena cakap : كُنّا أكَلْنا اللحم - kunna akalnal laham
- ini baru betul ikut setail arab
Wak: Hah. Amacam engko tahu -kunna- ni?
Man: Hohoho. Mula tadi saya dah kata -kaana-
tapi kita kita hafal -kaana- yang 5 tu
كان - kaana - "huwa" telah/was
كانتْ - kaanat - "hiya" telah/was
كُنْت - kunta - "anta" telah/were
كُنْت - kunti "anti" telah/were
كُنْت - kuntu - "ana" telah/was
dan sebab kita nak pakai kalimah yang seterusnya. maka kena ada:
كُنّا - kunnaa - "nahnu" telah/were
خلص
Wak: Belum lagi. Kalo kita nak emphasised-kan ayat ini amacam?
Man: Bubuh je -qad - قد -
Maka jadi le: كُنّا قد أكَلْنا اللحم - kunna qad akalnal laham
- kami sungguh telah makan daging itu
خلص
Wak: Baik. Sambung غدا
Man: شكرا - wak
Wak: عفوا
اللهم يسر ولا تعسر ,ربي تمم بالخير
- allaah humma yasir wa laa tu'assir rabbii tammim bikhair
إلى اللقاءِ
= hingga bertemu lagi
Man: في أمان الله - fii amaanil laah - semoga dalam jagaan Allaah
Wak: استغفر الله العظيم
= aku mohon ampun dari Allaah yang agung
لا حول ولا قوة الا بالله العظيم
= tiada satu apa pun kekuatan disekeliling melainkan hanya Allaah yang maha besar
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
= wahai tuhan kami berilah pada kami di dunia kebajikan dan di akhirat juga kebajikan dan lindungilah kami daripada 'azab api neraka
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
7/11/21
updated version: https://dinobytes.info/v2/node/3219
Categories:
