Bahasa arab persediaan awal 166

Man: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
 
بسم الله الرحمن الرحيم

[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
 
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
 
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]

بِسْمِ الله و بِإِذْنِهِ
- bismillaah wa bi iznih
- dengan nama allah dan dengan izinnya

Kita tengah tengok - قصة -qisah- tentang - جملة اسمية - -jumlah ismiyah- yaitu:

- -orang putih- kata ia sebagai -nominal sentence-
- melayu nak kata apa? "ayat ismiyah" ke .... heheheh. Aku yang cakap ni!
- atau senang cakap! Ayat yang start dengan -isim-!

Man: جملة اسمية - jumlah ismiyah adalah:
- ayat yang bermula dengan -isim-

Wak: Untuk ingatan:
- biasanya "ayat ismiyah" macam bahasa melayu dan bahasa orang putih: bermula dengan -subjek- 
- kemudian diikuti dengan -prediket-

Contoh mudah "ayat ismiyah" dengan hanya pakai 2 perkataan yang mengesahkan pasal "betina" adalah seperti:

هي مسلمة - hiya muslimah
- dia seorang muslimah
- she is a muslimah

Cuba engko rujuk pada rajah ini :

betina

subjek : هي -hiya- -dia betina- keadaan bilangannya adalah : singular


prediket : - مسلمة -muslimah- pun bilangannya : singular

Kemudian secara ringkas :

subjek : perkataan jenis "betina"
prediket : perkataan jenis "betina" juga

bila plural

هُنَّ مسلِماتٌ - hunna muslimaat
- mereka adalah muslimaat
- they are muslimaat

plural

subjek: هُنَّ - hunna - ereka betina-. Bilangan : ramai atau -plural-


prediket : مسلِماتٌ - muslimaat. Bilangan : ramai -plural-

Pun gitu juga:

subjek: perkataan jenis "betina"
prediket: perkataan jenis "betina"

Jadi kesimpulannya :


subjek : kalo "betina"
prediket : mesti ikut "betina"

subjek: plural
prediket : plural

Boleh ingat ke tu?

Man: No hal wak! Kan saya dah kata semalam.
1. ayat untuk "betina" - mesti pakai kata2 yang sesuai untuk "betina" semuanya
2. kalo cerita untuk "sorang" -singular- perkataan yang dipakai pun mesti -singular-

Wak: Yeyeye. Cuma nak cerita lebih sikit aje engko. Ayoyo.... Semua orang pun dah cukup paham! Takkan dalam satu ayat singular dan plural bercampur aduk tak ikut ketentuan dan aturan! Itu bahasa apa ye? Rojak? Keling ke! Heheheh....

Last sekali!

Cuba pandang pada ayat arab ini: 

1. هي مسلمة - hiya muslimah
- she is a muslimah

2. هُنَّ مسلِماتٌ - hunna muslimaat
- they are muslimaat

Dalam dua ayat itu. Kita nampak :

- "is/are" adalah -verb to be- dalam nominal sentense orang putih
Tapi dalam ayat arab. Tak pakai pun!
- arab dah buangkannya langsung.

- Entah2! Dah dimakan setan ke! 

Tapi kita tahu. Dalam -ayat ismiyah- seperti itu:

- bila tak terjumpa pun kata2 yang sama seperti -verb to be- tu.
- maka ayat itu mesti berada dalam keadaan : -present tense-

Man: Hohohoh .... -Ayat ismiyah- tak mahu pakai -verb to be- arab.
- maka kesimpulannya: ia semestinya ayat dalam keadaan -present tense-

Wak: Perhati ayat ini pulak :

عثمان مسكين - Othman miskiin
- Othman is poor
- orang putih ada pakai -is- 
- tapi dalam bahasa arab tak nampak pun wujudnya?
- ini bermakna. Ayat ini adalah dalam keadaan -present tense- kan?

Man: Hohohoh. Senang je wak.
- -ayat ismiyah- arab mesti ada:
- 1. subjek dan prediket aje

- subjek dan prediket mesti pakai singular atau plural. Ikut keadaan!
- 2. kalo tak ada perkataan  yang -equivalent- dengan -is/are- dalam ayat itu

- maka arab kira ia sebagai ayat : -present tense-

خلص - khalas

Wak: Yeyeye....Tapi engko kena cakap pulak. Ada "ayat jantan" ada "ayat betina"!

Man: Yeyeye wak...

Yang ke-3.

- Ayat arab! Mesti ada yang cerita pasal "jantan". Mesti pakai kata2 yang khas untuk "jantan". Dan ada ayat yang cerita pasal "betina". Pun gitu. Mesti kena pakai kata2 yang sesuai dengannya juga.

شُكْرًا - shukran wak!

Wak: عفوًا - afwan

Kita jumpa lagi غدا [ghadan - esok] ok?

Man: إن شاء الله [inshaa allaah] wak! 

Wak: حسنًا [hasanan]

إن شاء الله [inshaa allaah]
Jika Allaah mengkehendaki

- kita jumpa lagi غدا [ghadan]

والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
 
إلى اللقاء
- ke pertemuan lain/bye

24/7/22

Categories: