Bahasa arab - Teroka 8
Man: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
بِسْمِ الله و بِإِذْنِهِ
[bismillaah wa bi iznih]
- dengan nama Allaah dan dengan izinnya
في الأمس - [fil ams - semalam] - kita masih berborak tentang - جُمْلة اِسْميّة - [jumlah ismiyah] -
Maka sebelum kita melatih membuat ayat arab. Cuba engko borakkan sikit tentang apa yang engko ingat setakat ini. Engko!
Man: Ok wak! Saya bacakan tajuk dulu!
Ciri2 "Jumlah ismiyah"
Ting ting ting .... ini musiknya
1. Kalimah 'isim' mesti memulakan ayat - jumlah ismiyah - جُمْلة اِسْميّة -
2. اِسْم -[isim] - yang definite ajer yang akan jadi sebagai 'subjek'
3. 'prediket' pulak adalah اِسْم -[isim]- indefinite. Lawannya.
Wak: Hohoho siap macam cerita Doraemon engko. Peminat ni?
Man: Kemudian ada cerita -isim- pula.
اِسْم - [isim] ada dua keadaan.
1. define - yang ada 'al' didepannya
2. indefinite - yang tak ada 'al'
Cara men-translate-kan -isim-
1. -isim- yang definite . Misal:
المَسْجِدُ - 'al masjidu' atau 'al masjid' [diwakafkan huruf akhirnya]
Orang putih translate : the masjid [adanya perkataan 'the' - ini ler tanda definite-nya]
Maka. Melayu kena ikut cara itu ler : masjid -itu- [-itu- nak kononkan seperti -yang tertentu itu-]
2. -isim- indefinite
مَسْجِدٌ - -masjidun- atau -masjid- [jika diwakafkan huruf akhirnya]
orang putih translate : a masjid [ adanya -a- ]
maka melayu pun patut contohinya sebagai : -sebuah- masjid [siap dengan penjodoh bilangannya atau nak umpamakan -a- tadi]
Kira2. Ini semua hanya nak tunjuk konon formal sikit ler wak.
Baik wak. Sakarang bagi saya satu -isim- untuk saya buat -ayat isim- - جُمْلة اِسْميّة - [jumlah ismiyah].
Wak: Apa tak engko gunakan : ' مَسْجِدٌ ' - [masjid] tu dulu?
Man: Sorry wak. Terlepas pandang. Baiiiik.
Contoh - جُمْلة اِسْميّة - [jumlah ismiyah].
1. Pakai -isim- : ' مَسْجِدٌ ' - [masjid]
هَذا مَسْجِدٌ - haazaa masjid
- this is a masjid
- ini sebuah masjid
Soalan: Apasal هَذا- haazaa boleh duduk sebagai -subjek- wak?
Wak: Jawab: هَذا [haazaa] - ialah -isim- definite by default!
Maka kalau kita hendak buat ayat 2 komponen. Boleh ler kita buat dengan kaedah:
.... هَذا
haazaa ..... [dot dot dot]
- isi ler pada dot2 tu dengan apa2 -isim- indefinite
Jap wak. 'Black' . Apa arab kata wak?
Wak: Leh! Itu أَسْوَد - -aswaad- macam -hajar aswaad- diMekah tu.
Man: Leh! Mana ler saya nak tahu wak. Saya pun tak pergi Mekah lagi. Lain ler wak! Kalo gitu. Baik wak! Saya buat.
Jadikan ayat : Ini hitam - this is black
arab: هذا أَسْوَد - haazaa aswaad
- ini hitam
- this is black
Jap wak! Nak tanya lagi!
Wak: Iyer
Man: Kalo orang putih kata : This is black!
Apasal melayu translate cuma : 'Ini hitam'
Tak boleh ker kita kata : 'Ini adalah hitam'. Timbulkan perkataan 'adalah'. Untuk gantikan -is-
Wak: Engko nak bubuh ker tidak. Suka engko ler. Aku tak kritil sangat. Janji faham. Sudah!
Man: Satu soalan lagi wak!
_Hitam-. Tak ada ker -penjodoh bilangan-nya wak?
Wak: Ai! Macam2 soalan engko! Mmmm... Aku pun dah naik bodoh tentang nahu2 ni oooiii..
Tapi -black- yang engko sebut tu ada ker seumpama? Contoh:
- this is a black
kalo:
- this is a black cat
baru le timbul 'a'
Tapi sebenonya -black- tu kan adjective - sifat melayu kata. Biasanya -sifat- akan bertengek pada sesuatu yang lain. Baru benda yang dia bertengek tu membawa penjodoh bilangan!
Man: Mmmmm.... sorry wak! Apasal ler sampai ker situ pula. Entah! Nak habiskan masa tak tentu pasal ni... Heheheh.... Kalo gitu......
خلص - [khalas] wak
Wak: Baik! Kita berenti jer dulu. Jumpa lagi غدا - [ghadan]
Man: شكرا - [syukran] wak
Wak: عفوًا - [afwan]
Kita jumpa lagi غدا - [ghadan - esok]
Man: إن شاء الله - [inshaa allaah] - wak!
Wak: حسنًا [hasanan]
إن شاء الله [inshaa allaah]
Jika Allaah mengkehendaki
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
إلى اللقاء
- ke pertemuan lain/bye
21/8/22
https://dinobytes.info/v2/content/himpunan-bahasa-arab-baru-terokabahasa...
