Bahasa arab permulaan 401

Man:  أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]

بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]

السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]

Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]

اهلًا [ahlan]

Man: اهلًا بِك [ahlan bik] - Ya Wak!

Wak: طيب  [tayyib] نبدأ [nabdak]

Man: تفضّل  [tafaddal] Wak!

Wak: طيب  [tayyib]. بسمِ الله 

في الأمس [fil ams] kita dah mula membuat تمرين [tamriin] dalam keadaan مثنى [muthanna] dual - dalam keadan yang bilangannya "dua" - 2 orang... 2 benda...

Sebelum itu aku nak ingat kan engko tentang tiga keadaan yang berlaku pada noun. Ini masuk sikit tentang nahu!

1. dalam keadaan مرفوع [marfuu'a] - huruf akhir berbaris depan

الولدُ سمينٌ [ alwalad samiin]
- budak itu gemuk

Maka engko akan nampak "baris depan" pada huruf "dal" - dan huruf "nun"
Nampak tak engko?

Man: الولدُ سمينٌ [ alwalad samiin]
- the boy / fat
- the boy is fat

- budak itu gemuk

Hmmm.... tak ada siapa pun yang kacau pada kedua2 noun tu. Maka ia kekal dalam keadaan semulajadinya
- yaitu berakhir dengan baris "depan"
- cuma bila ada - 'al' - alif-lam - didepan sekali pada perkataan itu
- maka akhir perkataan itu hanya "berbaris satu depan" - kalo tak asalnya berbaris "dua depan"

ولكن [walaakin = tapi} - bila tak ada "alif-lam" didepan sekali
- maka baris akhir perkataan itu mesti "berbaris dua didepan"

خلص [khalas]

Wak: Belum habis - engko!

Kes kedua : dalam keadaan مجرور [majruur] huruf akhir akan "berbaris bawah"

في الغرفةِ والدٌ [fil ghurfah waalid]
- dalam bilik ada bapak

Man: Hohohoh bapak siapa tu hah?

في الغرفةِ والدٌ [fil ghurfah waalid]
- in the room / a father
- in the room is a father
- a father is in the room

- dalam bilik ada bapak

Hohohoh الغرفةِ [alghurfah] ekornya mesti "berbaris bawah" - nahu arab!

Wak: Kes akhir - منصوب [mansuub] huruf akhir "berbaris atas"

إن الوالدَ مشهور [innal waalid mashhuur]
- sesungguhnya bapak itu mashhuur

Man: Kes ketiga : منصوب [mansuub] huruf akhir "berbaris atas"

إنّ الوالدَ مشهور [innal waalid mashhuur]
- sesungguhnya / the father / famous
- sesungguhnya the father is famous
- sesungguhnya bapak itu mashhuur


- disini إنّ [inna] menegaskan  الوالدَ [alwaalid]
- maka huruf akhirnya kena bertanda "atas"
- untuk menunjukkan yang الوالدَ mesti diberi tumpuan penuh
- maka ia mesti ditandakan dengan "baris atas"

Jadi wak! Apa yang nak kita kaitkan dengan keadaan dual kita tu wak?

Wak: Pasal kita baru ajer mengingat balik tentang tiga keadaan itu. Aku rasa bio engko tenung2 menung2 kes ini dulu :

- مرفوع ومجرور ومنصوب [marfuu'a wa majruur wa mansuub] 
- tu lama2 sikit

Pasal? - Kita nak tengok balik kes : الدبّاسة على المكتب [addabbaasah 'alal maktab]
- yang mana engko cuma ambil subjeknya ajer sahaja yang jadi مثنى [muthanna] - dual!

- kalo على المكتب ['alal maktab] pula kita nak مثنى [muthanna] - dualkan amacam?

- tunggu غدا [ghadan] iyer

خلص [khalas]

Man: Hahahah ...  شكرا جزيلا [shukran jaziilan] wak. 

Wak: عفوا [afwan] اشوفك غدا [ashuufak ghadan]

إلى اللقاءِ 
- hingga bertemu lagi

Man: في أمان الله - fii amaanil laah - semoga dalam jagaan Allaah

Wak: استغفر الله العظيم
- aku mohon ampun dari Allaah yang agung

لا حول ولا قوة الا بالله العظيم
- tiada satu apa pun kekuatan disekeliling melainkan hanya Allaah yang maha besar

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار 
-  wahai tuhan kami berilah pada kami di dunia kebajikan dan di akhirat juga kebajikan dan lindungilah kami daripada 'azab api neraka 

والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui

Siri 230124
updated version: https://dinobytes.info/v2/node/3219

Categories: