Bahasa arab permulaan 474 كَانَ - يكُونُ
Man: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
اهلًا [ahlan]
Man: اهلًا بِك [ahlan bik] - Ya Wak!
Wak: طيب [tayyib] نبدأ [nabdak]
أفعال [af'aal = fe'el2] yang dah kita jumpa adalah:
سَأَلَ - يَسْأَلُ [sa ala - yas alu] = "huwa" soal
لَعِبَ - يَلْعَبُ [ la'iba - yal'abu] = "huwa" main
ذَهَبَ - يَذْهَبُ [zahaba - yazhabu] = "huwa" pergi
ضَحِكَ - يَضْحَكُ [dhahika = yadhhaku] = "huwa" ketawa
صَرَفَ - يَصْرِفُ [sarafa - yasrifu] = "huwa" belanjakan [duit]
حَمَلَ - يَحْمِلُ [hamala - yahmilu] = "huwa" kendong / carry
كَتَبَ - يَكْتُبُ [kataba - yaktubu] = "huwa" tulis
نَشَرَ - يَنْشُرُ [nashara - yanshuru] = "huwa" publish / terbitkan / cetakkan
دَرَسَ - يَدْرُسُ [darasa - yadrusu] = "huwa" belajar
رَقَصَ - يَرْقُصُ [raqasa - yarqusu] = "huwa" menari
أَكَلَ - يَأْكُلُ [akala - ya'kulu] = "huwa" makan
سَكَنَ - يَسْكُنُ [sakana - yaskunu] = "huwa" menetap / duduk / tinggal
طَلَبَ - يَطْلُبُ [talaba - yatlubu] = "huwa" minta / request
ثمَّ [thumma] - yang bermula dengan "wau"
وَصَلَ - يَصِلُ [wasala - yasilu] = "huwa" tiba
وَضَعَ - يَضَعُ [wada 'a - yada 'u] = "huwa" bubuh
وَجَدَ - يَجِدُ [wajada - yajidu] = "huwa" jumpa
ثمَّ [thumma] - yang ada "alif" ditengah2nya seperti :
صَارَ - نَصِيرُ [saar - yasiiru] = "huwa" menjadi
كَانَ - يكُونُ [kaana - yakuunu] = he was/ he is
ثمَّ [thumma] - yang dieja dengan 4 huruf :
دافَعَ - يُدافِعُ [daafa 'a - yudaafi 'u] = "huwa" defend / pertahan
سافَر - يُسافِرُ [saafara - yusaafiru] = "huwa" bermusafir
أَرْسَلَ - يُرْسِلُ [arsala - yursilu] = "huwa" menghantar
أَعْلَنَ - يُعْلِنُ [a' lana - yu' linu] = "huwa" meng'iklan / menghebah
أَضْرَبَ - يُضْرِبُ [adrab - yudrib] = "huwa" strike / mogok / hit / pukul
أَصْبَحَ - يُصْبِحُ [asbaha - yusbihu] = "huwa" menjadi / become
أَجْلَسَ - يُجْلِسُ [ajlas - yujlis] = "huwa" beri duduk / dudukkan
كَلّمَ - يُكَلِّمُ [kallama - yukallimu] = "huwa" bercakap kepada
دَرَّسَ - يُدَرِّسُ [darrasa - yudarrisu] = "huwa" mengajar
رَتِّبَ - يُرَتِّبُ [rattib -yurattib] = "huwa" susun
قَدَّمَ - يُقَدِّمُ [qaddama - yuqaddimu] = "huwa" persembah / present
وَظَّفَ - يُوَظِّفُ [wadz dzaf - yuwadz dzif] = "huwa" appoint - lantik
yang dari 5 huruf ... :
اِشتَغَلَ - يَشْتَغِلُ [ishtaghal - yastaghilu] = "huwa" kerja
انْتَخَبَ - يَنْتَخِبُ [intakhab - yantahib] = "huwa" melantik / elect
اجتمَعَ - يَجْتَمِعُ [ijtima 'a - yajtami 'u] = "huwa" berhimpun / meet
Kan - kita dah nampak bahawa fe'el arab ni dah ada bermacam2 pe'el / kelaku - iyer!
Wak: حسنًا [hasanan] اليَومُ [alyaum] aku nak ulang semula pada :
كَانَ - يكُونُ [kaana - yakuunu] = he was / he is
Setakat ini jadual kita dah ada seperti ini :
Tapi في الامس [fil ams = semalam] aku tak sempat nak habiskan cerita tentangnya.
Man: Ada cerita ker disebalik itu - wak?
Wak: Kan dalam bahasa arab terdapatnya dua jenis ayat:
- جملة اسميّة [jumlah ismiyah = nominal sentence]
هو مدرس [huwa mudarris]
- he is a teacher
هو [huwa] = he
مدرس [mudarris] = a teacher
Soalannya? Mana "is" dia dalam bahasa arab tu?
Ingat : Dalam bahasa arab "is" bila present tense - ditinggalkan langsung! Apasal?
Pasal!
- dalam جملة اسميّة [jumlah ismiyah]
- perkataan yang dipakai hanyalah noun semata2
- subjek dan prediket
- dua2nya jenis nouns
- dan di akhir setiap perkataan noun itu akan kekal dengan baris depan = marfuuq
حامدٌ سائقٌ [hamid saaiq]
- Hamid is a driver
- bermula dengan definite noun - yang akhir hurufnya berbaris depan
- dan disudahi dengan indefinite noun - juga huruk akhirnya berbaris depan juga
- dua2 perkataan itu adalah dari jenis noun yang berbaris depan
Kesimpulannya :
- جملة اسميّة [jumlah ismiyah]
- bermula dengan اسم [isim = noun]
- jika kita tak nampak pun - adanya "verb to be" dimana2 dalam ayat
- maka ia adalah ayat ismiyah
- maka ayat itu mesti berkeadaan : present tense
Man: Apasal arab tak nak hidupkan "verb to be" dalam nominal sentance-nya wak?
Wak: Kerana arab ada satu lagi jumlah
- جملة فعلية [jumlah fe'liyah = verbal sentence]
كتب الولدُ الرسالةَ
- kataba alwaladul risaalah
- dia ni pun - ada tiga komponen
- duduk di depan sekali ialah : fe'el = perbuatan - sepatutnya mesti memulakan ayat
- fe'el atau verb memang dah banyak keletahnya - dah penuh cerita dan kesah suka duka! Heheheh!
- yang ke-2 : faa'el = pembuat kerja
- ia mesti noun yang marfuuq - akhir hurufnya berbaris depan
- yang ke-3 objek = mafuul bih / object [perbuatan yang dilakukan keatasnya]
- hah! yang ini kena tanda pengakhir hurufnya dengan baris atas - mansuub
Man: Hahahah dah datang marfuuq dan mansuub lagi iyer wak! Mula biul ni wak!
Hmmm... : Nominal sentence
- mesti dalam keadaan - present tense
- sebab "verb to be" tak perlu dipakai - maka tak ler dia
- keadaan pada setiap nouns mesti huruf akhirnya berbaris depan
Verbal sentence :
- mesti bermula dengan verb
- mesti diikuti faa'el kalo hendak! ditinggalkan pun tak mengapa
- keadaan faa'el mesti noun yang berakhirkan huruf berbaris depan
- ada objek
- hah! objek ini - mesti huruf akhirnya berbaris atas - mansuub
Hohohoh كذلك wak!
Wak: Mula ler kita teliti ayat present tense dalam nominal sentence:
هو مدرس [huwa mudarris]
- he is a teacher
kalo hendak di past tensekan:
- maka datang ler jadual "kaana" kita tadi
- maka jadi ler ayat ini berupa
كان هو مدرسًا [kaana huwa mudarrisan]
- he was a treacher
tapi bila timbul كان [kaan = he was]
- maka arab pun buat satu lagi shortcut
- buang huwa dulu - pendekkan ayat jangan banyak pakai perkataan!
- pasal dalam kaana dah ada pun huwa
- apasal nak ulang dua kali? Membazir! Melainkan nak bagi emphasis
bila كان [kaan = he was] datang
- ia didudukkan didepan ayat
- maka - ini dah menyerupai seperti jumlah fe'liyah
- jumlah fe'lyah mesti ada mansuub pada objek nounnya
- mesti mansuub = baris atas! sini objek tak ada - maka prediket ler yang kena! aduuuuh.
Man: Bila كان [kaan = he was] datang
- mesti ada objek! bukan prediket yang kena jadi mansuub
- mmmm....
- كان منصور مدرسًا [kaana mansuur mudarrisan]
- mansuur was a teacher
Jadinya wak :
- bila nominal sentence ini didatangi كان [kaan = he was]
- ia jadi ayat past tense
- ia pulak menyerupai jumlah fe'liyah
- maka mau tak mau - prediket dah kena jadikan mansuub
Soalan saya - wak? Ada kah ia dikira sebagai jumlah fe'liyah wak?
Wak: Tak! Ia kekal sebagai nominal sentence. Tak apa ler. Kita stop dulu - kita sambung غدا ajer
Man: Ohoh! شكرا [shukran] wak. Ini pun dah mula naik pening ni wak!
Wak: عفوا ['afwan]
تمام [tamaam]
إلى اللقاءِ
- hingga bertemu lagi
Man: في أمان الله - fii amaanil laah - semoga dalam jagaan Allaah
Wak: استغفر الله العظيم
- aku mohon ampun dari Allaah yang agung
لا حول ولا قوة الا بالله العظيم
- tiada satu apa pun kekuatan disekeliling melainkan hanya Allaah yang maha besar
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
- wahai tuhan kami berilah pada kami di dunia kebajikan dan di akhirat juga kebajikan dan lindungilah kami daripada 'azab api neraka
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
Siri 230727
updated version: https://dinobytes.info/v2/node/3219
