Bahasa arab - teroka - 149 - perbualan
Man : اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]
بِسْمِ الله و بِإِذْنِهِ
[bismillaah wa bi iznih = dengan nama Allaah dan dengan izinnya]
Hmmmm.... Sebelum kita mula. Aku fikir ..... cuba kita ingatkan....!
Man: Nak "ingatkan" apa ni wak?
Wak: Dah hidup ni. Kan kita kena beringat bermacam2 hal. Sebab itu kita didupkan.... Eh.... dah melalut.
آسِف [aasif]. Kita kena ingatkan pelajaran kita ler iyer!
Man: Oooooh... ingatkan apa wak nak cerita?
Wak: طيِّب [taiyyib] Kita ada jumpa - verb - فِعْلٌ [fe'el] seperti : قال [qaal]
- verb ini adalah dalam past tense.
Jadual dia? - Tolong ingatkan balik. Dan ceritakan sikit pada aku dulu iyer!
Man: Ok wak.
Lepas tu! Nak buat apa dengan ini wak?
Wak: Tak. Ingat jer. ثُمَّ [thumma] Kita ada pulak jumpa : إضافةٌ [idaafah]
- gandingan dua nouns
- indefinite noun + definite noun
- akhirnya dianggap sebagai gandingan satu definite noun
ثُمَّ [thumma] apa lagi point yang kita kena ingat?
Man: Hmmmm...... إضافةٌ [idaafah]
- kalo dua nouns berganding
- noun yang duduk depan - mesti berbaris satu depan - bukan tanwin
- noun yang kedua - yang mengikutinya : kena baris bawah
- macam :
كتابُ المدرسةِ [kitaabul madrasah]
- "kitaab" - huruf akhirnya yaitu - ba'nya - mesti berbaris satu depan
- almadrasah - huruf akhirnya yaitu - ta' marbutah - mesti berbaris bawah
Wak: حسنًا [hasanan] Tiba pada perbualan. Engko perhatikan apa yang kena ingat ni!
قال هارون : أين أنتِ في الامس؟
qaala haaruun : aina anti fil ams?
قالتْ حبصةُ : ذهبْتُ إلي منزيلِ أُمِّي
qaalat habsah : zahabtu ilaa manziili ummi
قال : لماذا؟
qaal : limaazaa?
قالتْ : أَكَلْتُ أرزا مَعَ عائِلَتِي
qaalat: akaltu aruzaa ma'a 'ailatii
Man: Hmmm.... حسنًا [hasanan] Bio saya ulang مرَّةً أُخْرى [marratan ukhraa]
قال هارون : أين أنتِ في الامس؟
qaala haaruun : aina anti fil ams?
قالتْ حبصةُ : ذهبْتُ إلي منزيلِ أُمِّي
qaalat habsah : zahabtu ilaa manziili ummi
قال : لماذا؟
qaal : limaazaa?
قالتْ : أَكَلْتُ أرزا مَعَ عائِلَتِي
qaalat: akaltu aruza ma'a 'ailatii
Wak: قَبْلَ ذلِك [qabla zaalik = sebelum itu] tengok ini:
منزيل [manziil = rumah
أَكَلْتُ [akaltu - aku telah makan]
أرز [ aruz = nasi]
مَعَ [ma'a = dengan]
عائلةٌ ['aailah = family]
Hah teruskan cerita engko.
Man: Wah! Banyaknya perkataan baru wak! Amacam nak ingat ni?
Wak: Gempak ajer! لكِن [laakin = tapi] tak ada apu pun. Mungkin aku kena ulang2 perkataan itu banyak kali nanti!
Man: حسنًا [hasanan] saya mula cerita saya wak!
1. Siapa yang bercakap?
- قال [qaal]
- ini jantan ini : huwa telah berkata
- قالتْ [qaalat]
- ini betina ni : hiya telah berkata
حسنًا [hasanan] translation!
قال هارون : أين أنتِ في الامس؟
qaala haaruun : aina anti fil ams?
- haaruun telah berkata : anti kemana semalam?
- disini cuma ada preposition ajer!
قالتْ حبصةُ : ذهبْتُ إلي منزيلِ أُمِّي
- habsah telah berkata: ana telah pergi ke rumah emakku
- disini ada pulak - verb dalam past tense - ذهبْتُ [zahabtu]
Wak: Ehehe... amacam engko tahu أُمِّي[ummi] tu "emakku"
Man: Eh! Kan zaman sekarang - dah ada orang panggil "emak" dengan kata "ummi"
- jadi yang saya tahu ler. Itu mesti noun. Dan noun mesti berakhir dengan - tanwin
- maka pada hemat saya. Ia mesti berbunyi أمٌّ [umm] ajer!
- tapi bila terleret sampai bunyi - "ummi"
- saya teka ajer - ini mesti jadi jadi seumpama : "emakku"
Wak: Iyer! أُمِّي [ummii] adalah "ibuku" atau "emakku"
- teruskan lagi engko!
Man: قال : لماذا؟
- qaal : limaazaa?
- hiya berkata : kenapa?
قالتْ : أَكَلْتُ أرزا مَعَ عائِلَتِي
- qaalat: akaltu aruza ma'a 'aailatii
- hiya telah berkata : ana telah makan nasi bersama familyku
خلص [khalas]
Wak: نعم [na'am] Pasal akan jadi cerita panjang! Maka baik kita tangguhkan dulu hingga غدا [ghadan]
Man: شكرا [syukran] wak! Lega....
Wak: عفوا [afwan] Jumpa غدًا [ghadaan]
والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
إلى اللقاء
- ke pertemuan lain/bye
siri : 230918
https://dinobytes.info/v2/content/himpunan-bahasa-arab-baru-terokabahasa...
