Bahasa arab - teroka - 165 - seruan يا dan konsep!

Man: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]
 
بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]
 
السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]
 
Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]

بِسْمِ الله و بِإِذْنِهِ
[bismillaah wa bi iznih = dengan nama Allaah dan dengan izinnya]

طيب [taiyib] Kita masih lagi dalam kes : "yaa" seruan. Dimana kita dapati : 

يا + أحمدٌ = ياأحمدُ
- pada kata "ahmad" pandang baik2!
- huruf "dal"nya
- bila tanpa "yaa" - "dal" adalah dalam keadaan tawin berbaris depan
- tapi - bila datang ajer "yaa" 
- huruf "dal"nya sudah bertuko - tinggal satu baris depan sahaja

Man: Hah - ini kena main hafal jer ler wak!  كذلك kan!

Wak: Jap! Aku terfikir pulak! Bila kita kata : يا فؤادُ  [yaa fuaad]
- pada "fuaad" huruf "dal"nya berbaris satu didepan

Man: نعم wak. Kita main hafal jer wak!

Wak: Mungkin kita boleh buat cara hafal - tapi mudah pulak kita lupa nanti tak!

Wan: Memang ler wak. Ciri2 manusia ni kan mudah "lupa". Dah dari azali lagi. Pelupa... heheheh!

WaK: Bila kita kata : يا فؤادُ
- aku rasa - arab ni maksudkan yang kita sedang bercakap pada si-Fuad yang itu sajer
- walaupun kalo diikutkan normalitynya "Fuad" itu nama orang
- dan sementelah - ia telah dikategorikan sebagai definite noun!
- maka aku rasa - arab ni jenis orang yang sangat particular bebenor
- bila "yaa" datang - noun yang mengikutinya mesti ditandakan satu baris depan
- seperti sperti tanda bagi : definite noun yang ada cuma satu baris

مثلا [mathalan]

بيتٌ - baiyit = a house
- indefinite noun
- sebab ada 2 baris depan

البيتُ - albaiyit = the house
- definite noun
- kan dah tinggal satu baris depan

Jadi - bagaimana particularnya arab ni - sampai mereka kata "apa tak - kita consistencekan - kes "Yaa+noun" - yang noun disitu mesti pakai satu baris sahaja!
- tak kira yang dah definite macam nama orang
- atau mana2 noun yang didefinitekan dengan ditambah "alif-lam"
- tapi apa2 pun - mesti consistense:
- mula2 - jangan ada "alif-lam"
- kemudian - huruf akhirnya noun itu - mesti pakai satu baris depan ajer

Man: Leh! - "yaa+noun"
- tak kesah ler noun tu memang dah definite seperti : حامِدٌ [haamid]

- datang "yaa" mesti tulis dan cakap : ياحامِدُ [yaa haamid]
- ini untuk "Hamid" yang duduk didepan kita - yang kita lawan bercakap!
- Hamid lain - jangan masuk campur
- itu sebab "dal" dia ni - hanya pakai satu baris!

Wak: Kalo aku kata : ياعِيْسَى [yaa 'iisaa]
- apa yang engko boleh kata?

Man: Eleh wak! Nak kenakan saya wak ni kan! عِيْسَى ['iisaa]
- ekornya tu - mana ada baris depan
- malah ia diakhiri dengan "alif maksuurah"
- barisnya - mati tak?
- maka "yaa 'iisaa" mesti kena tulis : ياعِيْسَى [yaa 'iisaa] juga
- tak ada apa2 perubahan

Wak: Hmmm.... logik logik logik.

Man: Kembang wak!

Wak: Tapi dalam kes : يا + الأستاذٌ

- hah yang ini - kita kena tulis :  ياأستاذُ
- "alif lam" didepan kena bunuh dulu!
- "zal" mesti pakai satu baris depan ajer
- ini bermakna "yaa" tu dah semacam mengambil alih "alif-lam"nya
- dan kombinasinya pun menjadikan ia bermaksudkan sebagai :
- ustaz yang specific - yang ada betul2 didepan kita tu

Man: Hmmmmm.... mana2 noun ... Jap wak! Wak kena tolong saya - "porter" - apa ker arab kata wak?

Wak: حمال [hamaal] atau حرس [haras] pun boleh!

Man: شكرا wak

Wak: عفوا

Man: Maka bila kita nak address pada porter tu. Kita boleh seru : ياحرسُ [yaa haras] kan wak?

Wak: نعم [na'am] Untuk itu cuba engko ceritakan pada aku apa yang patut kita tengok dalam percakapan ini?

قال الرجل : أين القطار ياحرس؟
- qaalar rajul : ainal qitaar yaa haras?

قال الحرس : هناك! يارجل
- qaalal haras : hunAak! yaa rajul

قال الرجل : شكرا  ياحرس
- qaalar rajul : shukran yaa haras

قال الحرس : عفوا يارجل
- qaalal haras : 'afwan yaa rajul

Tak ada perkataan yang payah kan? 

Man: Hohohoh... arrajul dan alharas - the porter and the man.

قال الرجل : أين القطار ياحرس؟
- qaalar rajul : ainal qitaar yaa haras

قال الحرس : هناك! يارجل
- qaalal haras : hunak! yaa rajul

قال الرجل : شكرا  ياحرس
- qaalar rajul : shukran yaa haras

قال الحرس : عفوا يارجل
- qaalal haras : 'afwan yaa rajul

Cerita tentang lelaki yang minta tolong porter untuk menunjukkan train yang dia nak naiki. Itu jer. 

Wak: طيب [taiyib] teruskan! نعم jalan!

Man: Apa yang penting disini - cuma pada kata2 : ياحرس
- "haras" tak pakai "alif-lam" 
- huruf "sin"nya mesti pakai satu baris depan ajer!

كذلك [kazaalik] juga pada يارجل
- "rajul" tak pakai "alif-lam" pun
- huruf "lam" diakhir sana - mesti pakai satu baris depan ajer!

خلص [khalas]

Wak: نعم [na'am] ... 

خلص لليوم khalas lilyaum

الحمدلله jumpa lagi غدًا

Man: Lega! شكرا [syukran] wak!

Wak: عفوا [afwan] Jumpa lagi غدًا [ghadaan]

والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui
 
إلى اللقاء
- ke pertemuan lain/bye

siri : 231129
https://dinobytes.info/v2/content/himpunan-bahasa-arab-baru-terokabahasa...

Categories: