Bahasa arab permulaan 484 - ringkasan

Man:  أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
[Aku berlindung pada Allah dari syaitan yang direjam]

بسم الله الرحمن الرحيم
[Dengan nama Allah yang maha pemurah maha penyayang]

السلام عليكم
[Kesejahteraan ke atas kamu]

Wak: وعليكم السلام
[Dan ke atas kamu juga keselamatan]

اهلًا [ahlan]

Man: اهلًا بِك [ahlan bik] - Ya Wak!

Wak: الآن [al aan = sekarang] kita dah tahu bahawa:

- جملة اسمية [jumlah ismiyah] : mula2 dulu kita berlatih dalam kes present tense
- sebab - pada mulanya - arab tak mahu kita involvekan sebarang verb to be dalam nominal sentence - ini otak arab!
- لكِنْ [laakin = tetapi] bila kita masukkan ajer verb to be kedalam jumlah ismiyah - maka ayat itu akan terus jadi past tense dan timbul pula "verb" - iaitu yang seangkatan dengan verb!

أنا مدرسٌ الآن لكِنِّي كنتُ طالبا قبل ذلك
- ana mudarris al aan. laakinnii kuntu taaliban qabla zaalik
- ana is a teacher sekarang. Tapi ana I was a student before that
- tengok! 

- أنا مدرسٌ الآن
- ini nominal sentence - kan ini dalam kes present tense [ مضارع - mudhaariq]
- tapi:

- لكِنِّي كنتُ طالبا قبل ذلك 
- ini pulak nominal sentence dalam past tense [ ماض - maadhi] : " كنتُ - kuntu" tidak pulak mengubahkan ayat itu menjadi : جملة فعلية

- tengok pada : كنتُ طالبا [kuntu taalibaa]
- ini kan - seakan2 - atau semacam ayat : جملة فعلية
- dengan "taalibaa"nya itu yang berkeadaan منصوب - mansuub
- sebab "kuntu" itu pun adalah sejenis verb - yaitu orang putih kata : verb to be

- كتب رسالةً [kataba risaalah]
- huwa [he] wrote a letter
- "risaalataa" ini adalah مَفْعول بِه - maf'uul bih
- yang mana dia ni pun mesti berkeadaan mansuub

Man: Iyer wak. جملة اسمية [jumlah ismiyah] tanpa verb to be sememangnya dalam present tense
- dan peranan "kuntu" membuatkan ayat itu menjadi past tense sahaja

- لكن [laakin - tapi] dalam جملة فعلية [jumlah fe'liyah] 
- kita pun boleh buat ayat dalam keadaan past tense atau present tense
- hanya dengan menyesuaikan pada kata2 فِعْل - fe'el yang diguna

Wak: كتب رسالةً  [kataba risaalah]
- huwa [he] wrote a letter

- يَكْتُبُ رسالةً  [yaktubu risaalah]
- huwa [he] is writing a letter

- hanya dengan perubahan pada bentuk kata fe'el [verb] yang dipakai ajer - maka jadilah tense yang kita maksudkan!

Man: Bila datang ajer verb dalam arab - maka datang ler banyak kerumitan iyer kan wak!

Wak: Kerumitan? Memang! Deretan verbs akan jadi menggila - kerana ia hendak disesuiakan dengan setiap pronouns yang ada - 14 tu! Tak ker berjeler2.

Macam yang aku ceritakan tadi - tengok - pada:

كتب [kataba - huwa telah menulis] 
- ini dalam mode past tense untuk "huwa" ajer - dan kita mesti tahu sekarang - sekurang2 seperti ini:

- كتبتْ [katabat - hiya telah menulis]

- كتبْتَ [katabata - anta telah menulis]

- كتبْتِ [katabti - anti telah menulis]

- كتبْتُ [katabtu - ana telah menulis]
- ingat : verbs ini semuanya dalam keadaan past tense

ثم [thumma - apabila] datang ajer present tense - hah yang ini kita kena jaga lagi!
- pasal akan ada pattern yang kita kena pastikan
- supaya ia sama seperti apa yang dituturkan oleh bangsa arab tu sendiri!
- atau kalo kita tak pernah dengo pertuturan arab - terpaksa ler kita refer pada qaamuus

Maka dari umpama kata tadi :  كَتَبَ [kataba] - kita akan pergi ke يَكْتُبُ [yaktubu]

maka deretan present tense yang patut kita kena hafal adalah sekurang2nya seperti :

- يَكْتُبُ [ yaktubu = huwa writes ]

- تَكْتُبُ [ taktubu = hiya writes ]

- تَكْتُبُ [taktubu - anta write]

- أُكْتُبُ [uktubu - ana write]

- نَكْتُبُ [naktubu - nahnu write]

Kan setakat ini - kita dah dapat dua situasi yang berlainan - kan!

Man: Kesimpulan ringkasnya :

- Deretan past tense melibatkan penambahan pada bontot perkataan fe'el tu sendiri - seperti yang lima tu!
- dan pada present tense pulak!
- penambahan akan berlaku pada - depan dan belakang perkataan
- penamban yang didepan menandakan orang ke-3 ke-2 dan pertama.

- yaitu : tanda yang didatangkan seumpama huruf2 : ي ت ت أ ن

Wak: Yang "5 baris" untuk present tense yang kita kena hafal adalah:
- buat kali ini - yang tidak ada penambahan dibelakangnya...

- لكن [laakin] cuma : di bubuh baris depan sahaja pada huruf terakhirnya
- ini membuat kita mudah untuk mengingatinya - kan!

Man: Iyer wak!

Wak: ثم [thumma] timbul pulak kes : أمر [amar = command/arahan/suruhan]
- haah yang ini cuma berlaku pada group orang ke-2 ajer - jantan dan betina
- logik ler tu - kerana semestimya ia berlaku dalam keadaan present tense tidak boleh tidak
- haah kan! - bila kita menyuruh orang - orang itu mesti berada didepan kita kan! dan kata2nya mesti bersituasi sekarang!

- macam perintah : "Tulis!" Hah kan kita yang memerintah supaya orang didepan kita tu duduk kan - buat sekarang!
- untuk itu arab mereka perintah dari kata:

- تَكْتُبُ [taktubu = you write/you're writing]
- bagaimana caranya? Mula2 matikan huruf akhir yaitu pada - ba -nya - jadi ler - تَكْتُبْ
- kemudian buang tanda present tense yang dikhaskan untuk pronoun tersebut yang duduk didepan verb

- كْتُبْ - bila dah gini - leh! amacam nak sebut ni? 
- maka arab pun buat satu trick  - eleh... bubuh ajer "alif" didepan sana tu

- maka jadi lah أُكْتُبْ [uktub = engko! tulis!]
- baris "alif" yang baru didatangkan ini hendaklah mengikut kaedah macam kita mengaji quran
- jika huruf ke-3 berbaris atas atau bawah : alif mesti dibariskan bawah
- jika huruf ke-3 berbaris depan : alif hendaklah mengikuti baris tersebut - bariskan ler ia dengan depan juga

Maka katakanlah - dalam kes cikgu tuition kita yang melaung pada kita : أُكْتُبْ [uktub]
- retinya - "hei engko! tulis! buat cepat!" kan bunyi ganas ni!
- tak terkencet kita dibuatnya! menggigil ooo... masa itu

Kemudian bila dia suruh kita berenti menulis : لا تَكْتُبْ [laa taktub = hei - jangan engko tulis! berenti tulis!]
- kan tak garang bunyinya tu! tak terkedu kita sekali lagi!

Man: Mula2 kita jumpa - past tense verb - kemudian datang pulak present tense verb kemudian datang pulak أمر [amar] - last2 datang pulak "larangan - jangan!"
- aduuuuh wak.... tak ker nak pengsan dibuatnya ni wak!
- otak mana yang nak hafal benda2 yang datang bertubi2 ni wak!

Wak: Hah disini ler permulaan kebuntuan otak kita akan bermula iyer...
Maka dengan itu - aku nak biokan engko mengelamun dengan binatang2 ini lama2 sikit! Dapatkan konsepnya dulu...

Man: Aduuuh ... Lega sekejap wak!

Wak: خلص [khalas] kita sambung غدا [ghadan]. Tapi jangan pulak engko leka dengan benda2 lain. Sekolah ler baik2 engko! Senang dimasa depan! Tak menyusahkan emak-bapak nanti...

Man: شكرا [shukran] wak. Heheheh wak! Kena sebuku kan tu! Heheheh wak...

Wak: عفوا ['afwan]

تمام [tamaam]

إلى اللقاءِ 
- hingga bertemu lagi

Man: في أمان الله - fii amaanil laah - semoga dalam jagaan Allaah

Wak: استغفر الله العظيم
- aku mohon ampun dari Allaah yang agung

لا حول ولا قوة الا بالله العظيم
- tiada satu apa pun kekuatan disekeliling melainkan hanya Allaah yang maha besar

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار 
-  wahai tuhan kami berilah pada kami di dunia kebajikan dan di akhirat juga kebajikan dan lindungilah kami daripada 'azab api neraka 

والله أعلم
- dan Allaah lebih mengetahui

Siri 231218
updated version: https://dinobytes.info/v2/node/3219

Categories: